Warga Mulai Gunakan Telaga Untuk Berhemat Air

image

Kondisi Telaga Jonge Di Desa Pacarejo, Samanu. (Foto: Bayu)

Gunungkidulpost.com – Semanu – Sejak intensitas hujan menurun, sejumlah warga mulai memanfaatkan telaga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya bersama keluarga.

Hal itu seperti yang dilakukan oleh sejumlah warga di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu yang masih memanfaatkan telaga Jonge untuk menghemat air PDAM.

Air dari Telaga Jonge di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu menjadi andalan bagi warga untuk memenuhi kebutuhan air harian. Namun sejak hujan tak lagi turun air di telaga mulai surut.

Salah seorang warga, Susanti yang ditemui saat sedang mencuci di telaga masih tetap memanfaatkan air di telaga untuk menghemat pengeluaran.
Kata dia selama air telaga masih ada dan tidak keruh, warga tetap menggunakan air telaga.

“Menggunakan air di telaga lebih hemat. Tapi nanti kalau air di telaga mulai keruh ya terpaksa menggunakan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk mencuci dan mandi,” katanya kepada Gunungkidulpost.com, Kamis (18/5/2017).

Untuk itu saat ini warga berusaha menjaga agar air di telaga tetap ada, salah satunya adalah dengan menjaga ekosistem di sekitar telaga. Selain itu warga juga dilarang membuang sampah di telaga demi menjaga kualitas air agar tetap layak untuk digunakan kebutuhan sehari-hari.

Pasalnya jika air telaga sampai keruh dan kering, maka warga harus mengeluarakan biaya lebih untuk membayar air dari PDAM. Oleh sebab itu telaga bagi warga dinilai sangat vital.

”Kalau menggunakan  PDAM nanti bayar mahal jadi kami harus menjaga kebersihan telaga,” ungkapnya.

Hal senada juga diakui oleh warga lainnya, Sutami mengaku dirinya memilih untuk berhemat air dengan cara memanfaatkan telaga Jonge. Sehingga pihaknya berharap air ditelag jonge tidak surut.

“Harapan kami air di telaga jonge tidak menurun sehingga dapat dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post