Warga Pengkol Rela Swadaya Bangun Jembatan

26 views

Gunungkidulpost.com – Nglipar – Masyarakat di Dusun Pengkol, Desa Pengkol, Kecamatan Nglipar, akhirnya memilih berswadaya untuk membangun jembatan.

Sebab selama ini pembangunan jembatan di RT02/RW01 itu, belum diakomodir oleh pemerintah setempat maupun Pemkab.

Keberhasilan swadaya masyarakat itu berkat donatur warga dan kerabat yang merantau di ibu kota, sehingga terkumpullah uang sementara sekitar Rp 20 juta.

Hanya saja, anggaran yang terkumpul belum dapat dipergunakan untuk membangun jembatan tersebut sepenuhnya. Belum lagi, biaya untuk pembebasan akses jalan di seberang jembatan sangat membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Untuk itu, masyarakat sangat berharap agar Pemerintah Desa dan Pemkab Gunungkidul memberikan perhatian untuk kelanjutan pembangunan jembatan ini.

Sumanto (47), warga Pengkol mengatakan, warga sangat berharap dukungan pemerintah untuk menyelesaikan jalan dan jembatan. Sebab jalan itu merupakan akses penghubung antar desa.

“Kali ini kami sangat berharap perhatian pemerintah agar pembangunan jembatan dan jalan menuju ke sini dilanjutkan. Sebab warga sudah memulai awal pembangunannya,” ujarnya, Sabtu (5/10/2018) kemarin.

Dia mengatakan, sebelumnya pembangunan jembatan ini sudah pernah diusulkan. Bahkan peninjauan sudah dilakukan sejumlah pemangku kebijakan. Namun sampai saat ini belum pernah direalisasikan pembangunannya, hingga masyarakat memilih membangun secara swadaya.

“Jalan tembus diseberang kali dimungkinkan kurang lebar dan perlu adanya pelebaran jalan. Hal itu juga membutuhkan biaya pengadaan lahan,” paparnya.

Sumanto menjelaskan, pembangunan jembatan ini dimulai sejak dua pekan yang lalu. Masyarakat membangun jembatan tersebut secara swadaya, karena melihat sulitnya akses untuk pergi ke desa lain apalagi juga digunakan untuk ke Tempat Pemakaman Umum (TPU).

“Kalau terjadi banjir, misal ada warga yang meninggal dunia tidak bisa melewati jalan ini. Namun kalau saat kering saja bisa dilewati,” ucapnya.

Untuk itu, dia berupaya mencari bantuan dari warga yang merantau, serta mengajak masyarakat untuk menyumbang membangun jembatan itu. Sedangkan untuk pengerjaan, dirinya mengajak warga bergotong-royong.

Untuk itu, Sumanto berharap pihak terkait mengalokasikan anggaran untuk membangun jembatan dan jalan di kawasan tersebut. Sebab, akses jalan ini sangat membantu dan berperan terhadap perekonomian.

“Harapan kami proses pengerjaan segera jadi sehingga warga dapat menikmati akses jalan penghubung antar desa ini,” pungkasnya. (Bayu)

Related Post