Warga Rela Jual Kambing Demi Mendapatkan Air Bersih

25 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Musim kemarau melanda hampir semua wilayah di Kabupaten Gunungkidul.

Hal itu seprti yang dialami oleh Mayarakat padukuhan Pringsurat, Desa Ngloro, Kecamatan Saptosari. Dimana harus merelakan kambing mereka untuk dijual demi membeli air bersih.

Tidak ada sumber air bersih diwilayah tersebut, telaga pun kering saat memasuki musim kemarau panjang.

Dukuh Pringsurat Suparno mengatakan sudah 4 bulan warga mengalami krisis air bersih lantaran tidak ada sumber air. Air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) pun tidak mengalir ke rumah-rumah warga.

“Wilayah sini merupakan dataran tinggi sehingga air dari PDAM tidak dapat mengalir. Untuk itu sebagian besar masyarakat harus rela menjual hewan ternaknya demi membeli air,” katanya saat ditemui Wartawan, Kamis (9/8/2018).

Menurut Suparno, masyarakat setempat sebagian besar adalah petani dan sempat dipusingkan lantaran pada tahun ini ketela yang ditanam mengalami gagal panen.

“Banyak yang mengalami gagal panen yang berdampak pada ekonomi dan mengharuskan menjual ternak kambing mereka,” ucapnya.

Ia mengatakan ada 405 jiwa, 45 kepala keluarga (kk) yang terdampak kekeringan. Tidak hanya itu, saat ini diwilayah ini baru ada satu tangki yang beroperasi.

“Harapan saya bantuan dropping dari pemerintah lebih diperbanyak mengingat kondisi di Pringsurat sudah cukup parah,” ucapnya.

Sementara itu, salah seorang warga Pringsurat, Kasihani (35) mengatakan dirinya telah menjual 4 kambing peliharaannya untuk membeli air dari tangki swasta.

“Harga air pertangki naik yang awalnya Rp 140 ribu menjadi Rp150 ribu. Sekali beli bisa digunakan untuk dua minggu,” paparnya.

Dia berharap bantuan dari pemerintah lebih diperbanyak karena bantuan dari pemerintah daerah masih dirasa kurang.

“Pemesanan melalui pihak swasta terlalu lama dan harus mengantri. Untuk itu kami harap pemerintah melakukan droping air secara rutin,” pungkas Kasihani. (Bayu)

Related Post