Warga Tileng Resah, Bantuan Droping Air Bersih Masih Minim

image

Warga Tileng Saat Menikmati Droping Air Bersih. (Foto: Istimewa)

Gunungkidulpost.com – Girisubo – Kekeringan yang dirasakan oleh warga Gunungkidul semakin meluas, untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang ada mereka terpaksa mereka mendatangkan air bersih dari Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah. Pemkab Gunungkidul sendiri menganggarkan dana sebesar Rp 600 Juta untuk mengantisipasi kekeringan yang ada.

Salah seorang warga Desa Tileng Astuti mengatakan, warga mulai merasakan kesulitan air bersih sejak bulan April lalu. Air dari bantuan tersebut biasanya digunakan untuk aktivitas sehari-hari mulai dari mencuci, minum hingga memberikan ke hewan ternaknya.

“Sejak April lalu sudah kesulitan mendapatkan air bersih. Dan bantuan dari pemerintah pun hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan selama dua hari,” katanya kepada Gunungkidulpost.com, Senin (21/8/2017).

Sementara itu salah seorang sopir pengangkut tangki air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gunungkidul, Suparwanto mengaku, dirinya harus bolak balik dari Gunungkidul ke Jawa Tengah untuk mengambil pasokan air bersih.

Menurut dia, sumber mata air bersih yang berada di Gunungkidul kondisinya mulai menipis. Hal itu seiring dengan kemarau yang melanda dikawasan perbukitan ini. Untuk memenuhi pasokan droping air bersih pihaknya terpaksa mengambil dari daerah lain Pracimantoro, Wonogiri, Jawa Tengah.

“Setiap hari harus bolak balik dari Gunungkidul – Parcimantoro sebanyak empat kali untuk bisa memenuhi jatah harian droping air bersih oleh BPBD Gunungkidul,” ujarnya.

Pihaknya melakukan droping air dikawasan pesisir pantai selatan yakni meliputi Kecamatan Girisubo, Rongkop, Tepus dan Tanjungsari. Seperti kali ini dirinya melakukan droping air dikawasan Desa Tileng, Kecamatan Girisubo.

“Setiap hari rata-rata kami melakukan droping sebanyak empat titik droping,” bebernya.

Terpisah, Kasi Logistik dan Kegawatdaruratan BPBD Gunungkidul Sutaryono menuturkan, dirinya menganggarkan dana sebesar Rp 600 juta untuk mengantisipasi bencana kekeringan ditahun 2017 ini. Ada sebanyak 8 kecamatan yang terkena dampak kekeringan dengan total desa mencapai 32 desa. Hingga minggu terakhir bulan Agustus ini BPBD sudah melakukan droping air sebanyak 1100 tangki.

“Sampai saat ini kami telah menyalurkan sebanyak 1100 tanki air bersih untuk warga pesisir. Dan ada sekitar 132.000 warga yang terkena dampak kekeringan yang sudah kami bentu dengan terus melakukan droping air bersih,” tuturnya.

Meski begitu, BPBD Gunungkidul mengaku masih kekurangan armada pengangkut air bersih. Sebab hingga saat ini pihaknya hanya memiliki 6 tangki saja.

“Kami hanya memiliki 6 armada itu pun setiap hari setiap armada yang mampu melakukan droping sebanyak 4 kali,” ungkapnya.

Sutaryono menghimbau kepada masyarakat agar senantiasa menghemat persediaan air bersih. Lantaran krisi air bersih diprediksi masih akan terjadi hingga pertengahan bulan Oktober mendatang. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post