Warga Tuntut Ganti Rugi Proyek JJLS Kian Bertambah

225 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Sejumlah warga yang menuntut ganti rugi pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul kian bertambah.

Hal itu membuat Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gunungkidul angkat bicara.

Kepala BPN Gunungkidul Ahmad Suraya tidak berkomentar banyak terkait permasalahan ini. Dia menilai, masalah tersebut berada di ranah Pemda DIY.

“Tapi pada prinsipnya, kami menghargai hak masyarakat yang tidak setuju dengan besaran ganti rugi dan menggugat di pengadilan,” katanya kepada wartawan, Rabu (25/4/2018).

Dia mengatakan pembangunan JJLS di Kemadang itu sebenarnya sudah sesuai dengan UU No.2/2012 tentang Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum. Namun terkait dengan harga, kata dia, juga sudah ada tim appraisal yang menentukan.

“Sudah ada tim appraisal, sehingga sudah memenuhi prosedur,” ucapnya.

Seperti diketahui, sebanyak 37 warga terdampak telah mencabut persetujuan dan menyatakan keberatan atas nilai ganti rugi tanah yang dinilai terlalu rendah. Atas hal itu itu dilayangkannya gugatan ke PN Gunungkidul.

Sementara itu, Kuasa Hukum penggugat Risyanto mengatakan sebenarnya masih ada warga lain juga yang tidak menerima harga ganti rugi yang diberikan.

“Ada sekitar tujuh orang yang akan gabung menggugat, cuma sudah masuk gugatan jadi tidak bisa ditambahkan,” tutup Risyanto. (Bayu Prihartanto)

Related Post