Waspada…Daging Tiren Oplosan Dijual Dipasaran

12 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul melakukan menyelidikan adanya dugaan daging ayam tiren dan daging babi yang dioplos daging sapi yang masih ditemukan di sejumlah pasar di Gunungkidul.

Masyarakat diimbau untuk lebih cermat dalam membeli daging di pasaran.

Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Bidang Peternakan, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Retno Widiastuti mengungkapkan dari monitoring rutin, pihaknya masih menemukan pedagang nakal yang menjual daging ayam tiren serta oplosan daging babi yang dicampur sapi.

“Kita mengambil sampel di seluruh pasar di Gunungkidul, dan ditemukan adanya oplosan daging babi, selain itu daging ayam tiren juga masih ada,” katanya kepada wartawan Jumat (8/6/2018).

Adapun dari 16 sampel, ada 14 yang positif oplosan daging babi. Modusnya lanjut Retno daging babi dicampur daging sapi kemudian dilumuri darah sapi.

“Tujuannya untuk menyamarkan bau jika ini daging babi,” jelasnya.

Ditanya pasar mana saja yang masih ditemukan ayam tiren dan babi, Retno enggan menyebutkan.

Dia beralasan penyebutan pasar justru hanya akan meresahkan masyarakat. Selain itu jika disebutkan ada ketakutan nantinya para pedagang nakal bisa tahu dan justru membuat dinas makin sulit untuk mendeteksi.

“Ini untuk kebaikan bersama, tentu kami selalu berupaya menyelesaikan permasalahan ini,” ujarnya.

Adapun untuk meredam maraknya daging yang tidak sehat itu, Retno mengungkapkan pihaknya telah lakukan sejumlah upaya. Mulai dari adakan monitoring rutin sebulan minimal empat kali, sosialisasi ke pedagang dan pembeli, hingga lakukan komunikasi interpersonal khususnya kepada pedagang yang diduga menjual daging babi ataupun ayam tiren.

Retno berharap masyarakat mampu lebih jeli dalam memilih daging. Dia menjelaskan beberapa cara membedakan daging ayam tiren adalah dari bau serta ciri fisiknya.

“Baunya lebih menyengat, dan warnanya kebiruan,” bebernya.

Namun untuk membedakan daging sapi yang telah teroplos babi lanjut Retno, masyarakat nawam nampaknya cukup kesulitan jika hanya dengan mata telanjang.

Meski begitu ada cara kunci yang bisa diterapkan, yakni dari melihat harga. Sebab dimungkinkan daging ayam tiren dan sapi yang dioplos daging babi harganya lebih murah.

“Intinya sih jangan tergiur harga murah, konsumen perlu lebih kritis,” ujarnya.

Sementara itu seorang pedagang daging ayam potong di Pasar Argosari, Wonosari, Wasiyanti, 38, mengatakan dari sepengetahuannya tidak ada rekan sejawatnya yang menjual ayam tiren. Sebab lanjutnya, hal itu bisa mematikan pasaran.

“Kita tetap jaga kualitas, jangan gara-gara pengen untung banyak malah merusak yang lain,” ungkapnya.

Wasiyanti memastikan para pengunjung pasar yang hendak membeli daging ayam akan aman.

“Tidak ada ayam tiren di sini, mungkin di tempat lain,” tutupnya. (Bayu)

Related Post