Waspada Leptospirosis, Begini Penjelasan Dinkes

629 views

Ilustrasi. Net


Gunungkidulpost.com – Wonosari – Dinas Kesehatan Gunungkidul menghimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai terhadap hama tikus. Selain merusak tanaman juga berpotensi menyebarkan penyakit Leptospirosis.

Dari data Dinas Kesehatan, penyakit Leptospirosis berasal dari urin tikus yang mengandung bakteri. Penyakit tersebut melonjak tajam bila dibandingkan dengan jumlah kasus pada 2016 lalu.  

Memasuki bulan Maret ini, warga yang terkena penyakit tersebut mencapai 34 orang. Tak tanggung-tanggung, penyakit ini juga dapat menyebabkan kematian. 
“Pada 2017 ini tercatat sudah 34 kasus leptospirosis, dan 10 orang bahkan minggal dunia diduga akibat penyakit ini,” kata Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Zoonesis Dinas Kesehatan Gunungkidul, Yudo Hendratmo kepada Gunungkidulpost.com, Selasa (21/3/2017).

Dia menuturkan, penyakit tersebut mewabah dibeberapa kecamatan, yakni di Kecamatan Patuk, Gedangsari, Nglipar, dan Ngawen. Selama ini kasus tersebut telah merenggut nyawa sebanyak 10 orang lantaran Leptospirosis. “Ada 10 orang yang telah meninggal dunia akibat penyakit ini,” ucapnya.

Pihaknya berharap, kepada semua warga terlebih para petani yang sering megeluti dengan genangan air di sawah untuk tetap waspada. Pasalnya bakteri ini banyak didapat di wilayah persawahan dan lahan pertanian. “Harapan kami semua harus waspada, terlebih para petani untuk selalu waspada keberadaan tikus di lahan pertanian,” pungkasnya. (Bayu)

Related Post