Waspada Praktik Politik Uang Marak Terjadi

210 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari –
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gunungkidul khawatir uang bensin atau uang makan disalahgunakan oleh partai politik (parpol) untuk melakukan praktik politik uang.

Hal itu seperti diungkapkan oleh Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani, Selasa (29/1/2019). Menurut dia, bahwa uang bensin atau uang makan diperbolehkan asalkan besarannya menyesuaikan standar kemahalan daerah setempat.

“Hal tersebut belum diatur secara jelas, karena Standar Harga Barang dan Jasa (SHBJ) berbeda-beda di tiap daerahnya,” ujarnya pada wartawan, Selasa (29/1/2019).

Ia mengatakan SHBJ untuk transportasi dan konsumsi sendiri diatur oleh pemerintah daerah, sedangkan pada regulasi pemilu belum menyebut besaran nilainya secara pasti.

“Bisa juga hal tersebut disalahgunakan untuk praktik money politik. Perlu pengawasan ketat terkait ini,” ucapnya.

Sementara itu Divisi Hukum dan Penindakan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gunungkidul, Sudarmanto, mengatakan terkait dengan uang transport atau uang makan tidak diperbolehkan diberikan oleh partai politik peserta pemilu maupun calon legislatif kepada simpatisannya.

Ia mengatakan yang terjadi parpol memberikan barang kemudian bisa dianggap sebagai bahan kampanye, yang bisa dianggap bahan kampanye adalah plastiknya sedangkan isinya tidak bisa.

“Kalau untuk cash money tidak diperbolehkan sudah ada di undang-undang yang menjelaskan memberikan uang atau bentuk lainnya tidak diperbolehkan,” katanya.

Pihaknya menegaskan jika ada parpol atau caleg yang memberikan cash money bisa diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Bisa kami proses asalkan alat buktinya lengkap, tapi kan kemudian kalau tidak ada temuan yang lengkap kita tidak bisa melanjutkan,” tutupnya. (G1)

Related Post