Wisatawan Mulai Gunakan Jalur Alternatif

image

Wisatawan Mulai Memanfaatkan Jalur Alternatif Untuk Menghindari Kemacetan. (Foto: Bayu)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Tak hanya kemacetan, masa liburan lebaran 2017 juga memicu munculnya pungutan liar.

Pengaturan jalur alternatif yang sejatinya untuk mempermudah akses kendaraan menuju kawasan pantai selatan justru memicu terjadinya pungutan liar.

Dari pantauan Gunungkidulpost.com  sejumlah pemuda dari dusun sekitar, justru memanfaatkan momentum kemacetan ini untuk meraup rupiah.

Pengendara roda empat yang hendak melaju menuju Jalan Pantai selatan mereka arahkan untuk melintasi jalan pintas, tepatnya di Baleharjo.

“Katanya sih, memang biar lebih cepat dan terhindar dari kemacetan,” kata Usman, salah satu pengendara asal Pracimantoro, Jawa Tengah saat ditemui Gunungkidulpost.com, Rabu (28/6/2017).

Melihat kondisi lalu lintas yang padat, mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Solo itu pun tak punya pilihan selain mengikuti arahan dari sejumlah pemuda tersebut. Sayangnya, saat berada di tengah perkampungan, Suwito justru harus membayar ‘upeti’ sebesar Rp 10.000 kepada warga.

“Semua pengendara ditarik, ya bagaimana lagi, sudah terlanjur di tengah perkampungan. Saat saya tanya, katanya untuk kas,” ujarnya.

Sementara itu salah satu pemuda, Mogito saat dikonfirmasi Gunungkidulpost.com justru menampiknya bahwa memungut dengan bandrolan harga. Ia mengaku hanya membantu pengendara untuk mengindari kemacetan, soal pungutan harga tersebut menurutnya hanya bersifat suka rela.

“Seikhlasnya yang mau memberi, kami hanya membantu pengendara supaya terhindar dari kemacetan,” ucapnya. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post