Wow…Libur Imlek Jumlah Wisatawan Mencapai 30 Ribu

400 views

Foto: istimewa


Gunungkidulpost.com – Wonosari – Momen libur imlek dimaanfaatkan oleh masyarakat untuk berkunjung di sejumlah obyek wisata di Gunungkidul. Jumlah pengunjung saat perayaan Imlek Sabtu (28/1) kemarin mencapai 30 ribu wisatawan.
Sekertaris Dinas Pariwisata, Hary Sukmono mengatakan, sejumlah obyek wisata masih menjadi primadona pengunjung baik dari dalam maupun luar daerah. Terbukti saat moment libura dimanfaatkan wisatawan untuk mengunjung kawasan wisata di Gunungkidul. Dari data yang masuk, saat perayaan Imlek kemarin jumlah pengunjung di kawasan pantai selatan mencapai 30.120 orang. Sedangkan pengunjung Sri Getuk 1.520 orang, dan Desa Wisata Nglanggeran 1.615 orang.
“Untuk desa wisata Bejiharjo data belum masuk, namun perkiraan kami mencapai 1.000 orang,” katanya kepada Gunungkidulpost.com, Minggu (29/1/2017).
Hary mengungkapkan, dengan jumlah pengunjung yang mencapai sekitar 30an ribu orang, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berhasil didapat mencapai Rp 260.264.500. Dikatakannya, selama libur Imlek tidak ada atraksi khusus menyambut para wisatawan. Sebab saat ini atraksi masuk ke dinas kebudayaan. 
“Tak ada atraksi untuk penyambutan wisatawan ke Gunungkidul,” ucapnya.
Sementara itu, saat liburan menyambut perayaan Imlek di obyek wisata Goa Pindul, Bejiharjo, Karangmojo diserbu wisatawan. Membludaknya jumlah wisatawan tersebut megakibatkan para pengunjung harus rela antri selam berjam-jam untuk bisa menikmati keindahan obyen wisata susur goa tersebut.
Salah satu wisatawan asal Boyolali, Agus Prihatin mengaku, rela menunggu antrian untuk bisa masuk dan menikmati keindahan Goa Pindul. Dengan menggunakan ban bekas, pihaknya merasakan keindahan dan suasana baik diluar maupun didalam goa. 
“Ya akhirnya bisa menikmati keindahan Goa Pindul seteah harus menunggu antrian panjang,” ucapnya. 
Menurut Agus, ia berharap agar pengelola bisa memperhatikan kenyamanan para wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata Goa Pindul. Sehingga situasi yang nyaman itulan bisa benar-benar menikmati perjalanan menyusuri goa.
“Lebih baik dibatasi, tetapi suasana bisa nyaman. Dari pada seperti ini pengunjung kan tidak nyaman dan tidak leluasa menikmati keindahan alam yang lebih dalam,” pungkas Agus. (Bayu)

Related Post