WoW…Puluhan Anak Belajar Sejarah Sambil Bersepeda??

438 views
image

Puluhan Anak Ikuti Program Sekolah Alternatif, di Desa Gari, Wonosari. (Foto: Istimewa)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Perkembangan teknologi dan pengaruh dari globalisasi kian pesat, tidak hanya berimbas pada orang dewasa namun juga dikalangan anak-anak telah tumbuh subur.

Oleh karena itu, imbas yang berdampak langsung dapat dirasakan seperti banyak anak anak yang sudah terpengaruh dengan adanya gadget.  Hampir sepanjang hari mereka habiskan untuk bermain gadget entah itu bermain sosmed ataupun game online, itu berarti mereka lebih banyak menghabiskan waktu untuk berdiam diri di rumah tanpa mengenal kondisi lingkungan sekitar.

Sebagai wujud dari kepedulian kepada generasi muda, Karangtaruna Mekar Pandega Desa Gari membuat program sekolah alternatif “BELADEGA” yang bertujuan untuk mengulir sejarah kepada anak-anak.

Ketua Pelaksana Nguklir Sejarah,  Aldhitama Pangesta mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud dari kepedulian kepada generasi muda. Melalui program sekolah alternatif “BELADEGA”, Karangtaruna Mekar Pandega Desa Gari merangkul anak-anak yang masih duduk dibangku sekolah dasar untuk mengikuti acara Ngulir Sejar (bersepeda bersama).

“Melalui kegiatan ini, anak-anak supaya selalu akan mengenal sejarah yang memiliki nilai yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari,” katanya kepada Gunungkidulpost.com, Minggu (9/4/2017).

Dia mengatakan, kegiatan ini dikamas dengan konsep fun bike atau sepeda gembira yang diperuntukan untuk anak anak sekolah dasar khusus kelas 3 hingga kelas 6. Hal itu merupakan edukasi kepada anak anak tentang wawasan sejarah serta potensi wisata yang ada di Desa Gari dengan cara mengenalkan lingkungan sekitar.

“Sambil bersepeda anak-anak kami ajak untuk belajar sejarah tentang asal mulanya, Agrowijil, Kaligari, Kaliripan, dan lainnya,” bebernya.

Aldhitama menambahkan, melalui kegiatan ini diharapakan anak-anak tidak merasa bosan dengan pelajaran sejarah. Sehingga menjadikan mental mereka untuk akan pentingnya mencintai alam serta mengenali sejarah dan budaya setempat.

“Harapan kami kegiatan ini akan berdampak pada makin besarnya rasa cinta dan kebanggaan terhadap desa sendiri,” pungkasnya. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post