Yayasan Edukasi Anak Siap Mendampingi Sekolah Inklusi

image

Kepala Sekolah Dan Pengawas Mengikuti Pelatihan Sekolah Inklusi di Gedung Pemkab Gunungkidul. (Foto: Bayu)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Yayasan Edukasi Anak Nusantara terus mendorong kepada semua sekolah yang ada di Kabupaten Gunungkidul untuk menyelenggarakan sekolah inklusi.

Dari data yang ada sebanyak 254 sekolah di Kabupaten Gunungkidul telah siap memberikan pelayanan tersebut. Sehingga siswa yang masuk dalam daftar Anak Berkebutuan Khusus (ABK) dapat sekolah dimanapun yang ia inginkan.

“Pengembangan strategi ini untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengakomodasi kebutuhan seluruh anak terutama yang berada di pesisir Gunungkidul,” kata Ketua Yayasan Edukasi Anak Nusantara, KPH Wironegoro saat ditemui Gunungkidulpost.com, di ruang rapat Pemkab Gunungkidul.

Menurut dia, pihaknya selama 12 tahun sudah melakukan program pendidikan dan pendampingan inklusi di sekolah. Ditetapkannya Kabupaten Gunungkidul sebagai kabupaten inklusi, ia merasa perlu membagikan ilmu terhadap guru dan sekolah di pesisir Gunungkidul.

Sehingga jangan sampai pesisir yang sudah dijadikan halaman depan DIY namun warganya masih sangat tertinggal.

“Harapan kami demi mendukung visi misi bupati yang sesuai dengan perkembangan dan progam yang ada kami pun juga akan mendukung sekolah untuk terus maju dan menjadikan semua sekolah inklusi di wilayah Gunungkidul,” bebernya.

Sementara itu, salah satu tim peneliti Tiya Inayatiah mengatakan, dengan adanya survey penelitian dan pendampingan sekolah inklusi di wilayah Gunungkidul kedepan pihaknya menekankan guru dapat memberikan pilihan bagi anak dalam belajar di kelas. Sehingga model pembelajaran tidak hanya monoton dengan sarana buku paket/LKS dll, namun siswa ABK juga harus lebih diperhatikan.

“Kalau dengan model pembelajaran yang monoton, siswa ABK akan tertinggal,” ucapnya.

Dia menambahkan, dengan melatih guru diharapkan dapat memberikan pilihan pada setiap anak saat mengikuti pembelajaran. Cara belajar dan suasana dikelas haruslah memiliki suasana yang mendukung.

Menurut dia, dengan mengonsep pembelajaran yang menarik, susana kelas yang kondusif dan menarik pula diharapkan lebih mampu memberikan motifasi terhadap siswa ABK.

“Kami siap mengakomodasi sekolah dan guru supaya tidak ada lagi siswa yang tertinggal dikelas dan nantinya dapat berhasil mendidik siswa yang biasa dengan siswa yang ABK,” pungkasnya. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post