Yayasan Kanisius Salurkan Bantuan Droping Air Untuk Warga Gunungkidul

34 views

Gunungkidulpost.com – Tepus – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah melakukan droping air bersih ke sejumlah tempat. Hal itu untuk membantu warga yang terdampak kekeringan.

Meski begitu, bantuan bantuan dari pihak swasta pun tetap diperlukan. Seperti yang dilakukan oleh Yayasan Kanisius.

Dalam rangka peringatan 100 tahun, Yayasan Kanisius telah menyalurkan bantuan sebanyak 100 tanki yang terbagi dalam dua kecamatan.

Direktur Yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta, Romo Agustinus Mintara mengatakan droping air yang dilakukan di Desa Tepus lantaran melihat kondisi desa tersebut yang sejak beberapa bulan terakhir mengalami kekeringan.

“Banyak saudara kita yang menderita kekurangan air dan itulah kita ada di sini [Desa Tepus]. Air merupakan kebutuhan sangat vital,” ujarnya saat ditemui wartawan, Rabu (11/7/2018).

Adapun dalam droping air bersih tersebut Yayasan Kanisius Yogyakarta memberi bantuan 50 tangki dan sejumlah uang tunai.

Agustinus menjelaskan selain memberi bantuan di Desa Tepus, dalam waktu dekat ini pihaknya juga akan menyalurkan dropong air ke sejumlah wilayah di Kecamatan Girisubo sebanyak 50 tangki.

“Jika nanti ada tempat lain yang lebih membutuhkan, kami siap untuk memberi bantuan bagi masyarakat,” papar Romo Agustinus Mintara.

Kepala Sekolah SMP Kanisius Yohanes Nugroho berharap, dengan adanya bantuan ini sedikit mambantu masyarakat terdampak kekeringan. Sehingga mampu meringankan biaya untuk membeli air bersih.

“Mudah-mudahan dapat bermanfaat untuk warga sekitar yang merasakan sulitnya mendapatkan air bersih,” papa Yohanes Nugroho.

Warga Dusun Blekonang, Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Sutini, usai acara bantuan air bersih dalam rangka 100 Tahun Yayasan Kanisius mengaku, dirinya sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut.

“Bantuan [droping air bersih] BPBD Gunungkidul datangnya tiap dua minggu sekali, sementara kebanyakan dari kami bisa habiskan satu tangki air dalam dua minggu, itu juga tergantung jumlah keluarganya, makin banyak makin cepat habis,” kata Sutini.

Sutini mengungkapkan di daerahnya saat ini hanya mengandalkan tangki air yang dimiliki warga. Untuk pompa air PDAM yang bersumber dari Bribin menurutnya tidak bisa diandalkan.

“Ya karena itulah menurut kami bantuan swasta bisa sangat diandalkan, sebab bisa mengurangi kesusahan kami untuk mendapat air yang tentu juga menghemat pengeluaran,” jelasnya.

Staf Kecamatan Tepus, Suharyono mengatakan bantuan air bersih pihak swasta dalam hal ini dari Yayasan Kanisius nantinya akan disasaran ke bak penampungan umum. Sehingga warga yang membutuhkan bisa langsung mengambil di bak tersebut.

Mantan Sekdes Desa Tepus ini menjelaskan di Desa Tepus terdapat tujuh dusun dengan permasalahan kekeringan. Warga lanjut Suharyono juga telah membeli air yang tiap tangkinya dihargai Rp 110-120 ribu tergantung jarak yang didrop. Adapun untuk kebutuhan konsumsi air, setidaknya tiap keluarga menghabiskan 5000 liter per dua bulan.

“Warga kami memang sangat membutuhkan air, meski di sini ada pipa dari Bribin tapi tidak menyalur ke seluruh warga,” tandasnya.

Terpisah Bupati Gunungkidul, Badingah sebelumnya berharap adanya bantuan pihak swasta untuk ikut berkoordinasi dengan Pemkab Gunungkidul ihwal droping air bersih.

“Kami tentu berharap bantuan teman-teman swasta bisa dari perusahaan, yayasan, atau sekolah yang mau memberi bantuan droping air,” pungkas Badingah. (Bayu)

Related Post