2.000 Warga Masih Buta Aksara

663 views
 

Ilustrasi. Net



Gunungkidulpost.com – Wonosari – Sebanyak 2.000 warga Gunungkidul masih mengalami buta aksara. Untuk itu, Pemkab Gunungkidul bertekat untuk mendeklarasikan bebas buta aksara di tahun 2017 ini. 
Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Bahron Rosyid mengatakan, di tahun 2014 jumlah warga yang buta aksara masih mencapai 15.548 orang, namun di tahun 2015 berhasil dituntaskan sebanyak 3.740 orang warga belajar. Sedangkan, di tahun 2016 dituntaskan sebanyak 10.078 orang. Untuk itu pihanya pun bertekat untuk mendeklarasikan bebas buta aksara di tahun 2017 ini. 
“Pada tahun 2017 ini hanya tersisa 2.000 warga belajar, dan kita optimis semuanya bisa dituntaskan,” katanya kepada Gunungkidulpost.com, Selasa (31/1/2017).
Sementara itu, Kabid Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Disdikpora DIY,  Mulyati Yuni Pratiwi menuturkan, buta akrasa merupakan salah satu komponen indikator dalam penentuan Tingkat Human Development Indeks (HDI). Pihanya berharap, pemkab Gunungkidul tetap melakukan pembinaan dan pengawasan, sehingga warga yang sudah melek aksara, tidak buta aksara lagi.
“Makanya pembelajaran dan pendampingan bagi warga yang sudah bebas buta aksara tetap diperlukan. Dan Program keaksaraan usaha mandiri, diharapkan bisa dilaksanakan,” tuturnya.
Terpisah, Bupati Gunungkidul, Badingah mengakui, penuntasan buta aksara tidak hanya tanggungjawab pemerintah daerah saja, namun banyak pihak yang perlu terlibat diantaranya semua instansi meliputi BPS, Bappeda, Tim Penggerak PKK, tokoh masyarakat dan berbagai organisasi kemasyarakatan. Pihanya berharap, di tahun 2017 ini jumlah buta aksara akan turun dibanding dengan tahun sebelumnya. “Harus ada kerjasama semua pihak untuk menuntaskan buta aksara di Gunungkidul,” pintanya. (Bayu)

 

Related Post