Adanya Kabar Antraks, Penjualan Daging Sapi Turun Drastis

148 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Merabahnya penyakit antraks di Desa Gombang, Ponjong berdampak pada penjualan daging sapi yang ada di sejumlah pasar di Gunungkidul.

Yang semula para pedagang bisa menjual hingga 20 kg tiap hari, kini hanya mampu menjual 4-5 kg saja.

Hal itu seperti yang diungkapkan oleh salah satu penjual di Wonosari, Ginem. Menurut dia, munculnya penyakit antraks berdampak pada menurunnya penjualan daging sapi maupun kambing di Pasar Argosari.

“Munculnya penyakit antraks ini, penjualan daging sapi maupun kambing menurun drastis,” katanya, Rabu (22/1/2020).

Ia mengaku, dagung yang dijual berasal dari hewan ternak yang sehat.

Ia memastikan itu karena ia bersama teman pedagang lainnya membeli langsung sapi yang akan disembelih.

“Kalau beli sendiri ya nggak mampu dan pasti rugi oleh karenanya saya beli bersama dengan teman pedagang lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, pedagang daging  lainnya Rian Eko Wibowo mengaku sejak beberapa hari terakhir harga daging mengalami penurunan akibat dari berita Antraks. Dirinya hanya bisa pasrah dan mengikuti harga dipasaran saja.

“Mau gimana lagi penjualan juga sepi gara-gara antraks saya ngikut teman-teman pedangan lainnnya saja,” ucap dia.

Menurut Riyan, dagning yang ia jual tergolong merupakan daging yang sehat. Namun tetap saja para pembeli mengalami kekawatiran. Sehingga berpengaruh dengan penjualan yang turun drastis.

“Daging kami termasuk yang sehat dan bebas antraks. Saya hanya berharap penjualan bisa normal lagi,” tutupnya. (Red)

Related Post