Adanya Klaster Hajatan, Satu RT Masuk Zona Merah

  • Share

GunungkidulPost.com – WONOSARI – Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul menyebutkan bahwa satu wilayah Rukun Tetangga (RT) di Kabupaten Gunungkidul kembali masuk ke kawasan Zona Merah Covid-19.

Status ini diketahui dari hasil pemetaan zonasi PPKM tingkat RT oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat periode 6-12 September 2021.

Dari hasil penelusuran (tracing) kasus di wilayah ini sudah selesai dilakukan pekan lalu.

Laju penularan Covid-19 antar warga pun sudah bisa diminimalisir.

Namun, adanya klaster hajatan membuat peta zonasi kerawanan Covid-19 tingkat RT di Gunungkidul langsung berubah.

Adapun terakhir terdapat 1 RT Zona Merah, 3 RT Zona Oranye, dan 150 RT Zona Kuning.
Sedangkan Zona Hijau mencapai 97,75 persen atau 6700 dari total 6854 RT di Gunungkidul.

“Zona Merah ini berada di RT 06 Pedukuhan Sanglor II, Kalurahan Girisuko, Kapanewon Panggang. Sempat ada klaster hajatan di sana,” Kata Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty pada wartawan, Rabu (15/09/2021).

Ia mengatakan adanya klaster baru ini menandakan penularan Covid-19 masih tetap menghantui.

Apalagi saat ini kegiatan sosial masyarakat mulai dilonggarkan seiring turunnya PPKM ke Level 3.

Dewi pun berharap Satgas tingkat kapanewon hingga kalurahan tetap waspada terhadap penularan Covid-19 meski saat ini melandai. Masyarakat pun diminta tetap menjalankan protokol kesehatan ketat.

“Aktivitas mulai longgar prokes tetap diutamakan agar tidak ada peningkatan kasus,” paparnya.

Terpisah Panewu Panggang, Winarno menyebutkan ada sekitar 15 warga di RT 06 Pedukuhan Sanglor II yang terpapar Covid-19.

Awal penularan diduga berasal dari pasangan nikah yang menggelar hajatan tersebut.

Adapun mempelai pria merupakan warga asli setempat dan perantauan dari Jakarta.

Sedangkan pasangannya berasal dari Sumatra.

Namun keduanya tidak menjalani tes Covid-19 saat tiba di Gunungkidul.

“Ketahuannya saat proses administrasi di KUA (Kantor Urusan Agama) karena wajib ada surat tes. Setelah diperiksa ternyata pasangan wanitanya positif Covid-19,” tutur Winarno.

Acara pernikahan sendiri belum diselenggarakan, namun persiapan sudah dilakukan dengan melibatkan warga sekitar.

Menurut Winarno, seluruh warga positif kini menjalani isolasi mandiri (isoman).

“Petugas pun langsung melakukan penelusuran hingga mendapati total 15 warga positif,” ujarnya. (Byu)

  • Share
Exit mobile version