Anggaran Droping Air Mulai Menipis

159 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Kekeingan diwilayah Kabupaten Gunungkidul makin memprihatinkan. Upaya dari Pemkab untuk menganggulangi kekeringan terus dilakukan yakni dengan droping air.

Meski begitu anggaran penanggulangan kekeringan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mulai menipis.

Dan disisi lain, BPBD Gunungkidul tidak mendapatkan tambahan dari APBD Perubahan.

Karenanya, BPBD Gunungkidul andalkan tiga pilar dalam penanggulangan kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan ketiga pilar tersebut adalah pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha (swasta).

“Hingga hari ini anggaran kami sudah hampir habis karena target 2.000 tangki sudah terpakai untuk 1.560 tangki, anggaran kita tinggal untuk 440 tangki,” katanya, Selasa (10/9/2019).

Ia memperkirakan, anggaran habis pada awal Bulan Oktober.
Jika nantinya anggaran habis pihaknya bisa menggunakan belanja tak terduga (BTT), namun jika BOBD menggunakan ini maka status harus dinaikkan menjadi darurat kekeringan.

“Kami sangat terbantu dengan adanya masyarakat yang membantu kami dalam melakukan dropping air dan juga pihak swasta sudah membantu kami dalam droping air sehingga meringankan anggaran kami,” ujarnya.

Ia manambahkan, jika ada swasta yang akan melakukan bantuan lebih baik dilakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak BPBD Gunungkidul.

“Untuk pihak ketiga yang tercatat pada kami sudah mencapai 2000 bantuan tangki air kepada masyarakat, sudah banyak pihak swasta yang melakukan droping misalnya dari bank juga ada lalu PLN,” paparnya. (red)

Related Post