Bangun Akses Jalan, Begini Harapan TNI Dan Masyarakat

185 views

Gunungkidulpost.com – Playen – Pembangunan akses jalan penghubung antar desa yang dilakukan dalam rangka kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 105 regular tahap II di Desa Banaran, Kecamatan Playen terus berjalan.

Dengan adanya program pembangunan tersebut diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Pasiter Kodim 0730 Gunungkidul Kapten Agus Widodo mengatakan, giat TMMD dilakukan selama 30 hari kedepan. Pihaknya telah menurunkan sebanyak 100 orang anggota TNI dari berbagai kesatuan.

“Salah satu program pembangunan fisik kami dalam giat TMMD yakni membangun akses jalan pengubung desa dengan sistem rabat beton,” katanya, Rabu (17/7/2019).

Dia menuturkan, TMMD ini dilakukan sekaligus untuk pemerataan pembangunan di pedesaan dalam rangka peningkatan perekonomian.

“Kami harap dengan adanya akses pembangunan ini mampu meningkatkan kesejahteraan,” tuturnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0730Gunungkidul Letkol Inf Noppy Laksana Armyanto menjelaskan, pelaksanaan TMMD dilaksanakan selama 30 hari mulai 10 Juli hingga 8 Agustus 2019 mendatang.

Adapun kegiatan bersumber dari APBN Rp 337.900.000. APBD Provinsi DIY RP 125.000.000. APBD Gunungkidul Rp 600.000.000. Total dana Rp 1.062.000.000.

Dijelaskannya Sasaran fisik diantaranya pembuatan cor rabat beton sepanjang 1.385 meter, pembuatan talud sepanjang 660 meter dengan tinggi 1,5 meter, normalisasi jalan dan telfort jalan sepanjang 500 meter, cor rabat beton sepanjang 500 meter. Pembuatan talud sepanjang 240 meter, rehap pos Kamling 1 unit,lantainisasi Balai Padukuhan,Masjid dan MCK umum. Serta pembukaan jalan baru sepanjang 200 meter dsn embuatan talud sepanjang 160 meter persegi.

“Pembangunan fisik akan terus kami kebut dan untuk yang non fisik kami telah melakukan wawasan kebangsaan, sosialisasi tentang bahaya narkoba, pencegahan radikalisme, dll,” ujarnya.

Terpisah, salah seorang warga Desa Banaran, Nardi mengatakan, dirinya bersyukur desanya bisa diperbaiki jalan kampungnya. Selama ini jalan kampung di desanya merupakan jalan berbatu dan sulit dilalui.

“Kami sangat bersyukur adanya pembangunan akses jalan ini. Karena pada musim jalan yang masih terjal ini licin dan sulit dilalu. Kami harap nantinya akan semakin mempermudah warga untuk melalui jalan penghubung desa ini,” tutupnya. (red)

Related Post