Bangunan Fisik Pantai Ngrenehan Rusak Parah Akibat Disapu Banjir Bandang

547 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Banjir yang terjadi pada hari minggu (17/3/2019) kemarin, berakibat pada rusaknya beberpa bangunan di Pantai Ngrenehan, Kecamatan Saptosari. Satu diantaranya yang menjadi korban yakni warung milik Liwung (59) warga Dusun Gebang, Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari.

Liwung menceritakan, Ia mendengar suara gemuruh pada Minggu malam sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu listrik dalam keadaan mati.

“Saya pikir suara itu suara petir, rumah sampai bergetar. Saya masih berfikir getaran karena kena arus listrik,” katanya, Senin (18/3/2019).

Liwung baru tersadar saat istrinya hendak mencari senter ternyata air sudah masuk kedalam rumah. Iapun langsung menggandeng istrinya untuk keluar rumah.

“Sesampai diluar, saya baru tahu ternyata disekitar rumah air sudah mencapai ketinggian seleher orang dewasa,” ucapnya.

Lewung sempat kesulitan saat berenang karena harus menggandeng istrinya, ditambah lagi siasana gelap gulita. Arus air berputar disekitar rumahnya sebelum tanggul didekat pantai roboh dan air mengalir ke laut.

“Saya langsung berenang untuk mencari tempat yang aman sikitar 50 meter dari rumah saya. Dari pukul 23.00 WIB, saya baru bisa keluar dari air pukul 01.00 WIB,”ujarnya.

Tidak sempat mengamankan barang-barang berharga, Liwung hanya bisa mengamankan barang-barang rumah tangga yang berukuran kecil, seperti gelas dan teko.

Saat ditanya mengenai kerugian materiil Liwung hanya bisa pasrah. Dirinya tidak bisa menghitung berapa barang yang hanyut dalam kejadian banjir semalam.

Terpisah, warga Desa Kanigoro, Sugeng Peso mengatakan, dampak kerusakan akibat banjir saat ini lebih parah dibanding gelombang tinggi pada tahun lalu.

Ia menuturkan, kapal yang diparkir disekitaran pantai banyak yang mengalami kerusakan. Ratusan jaring milik nelayan juga hanyut, Warung -warung rusak bahkan, bangunan kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) hampir rubuh.

“Saya berharap, pemerintah setempat dapat segera memberikan bantuan dan memperbaiki tanggul yang rusak yang biasa digunakan untuk parkir kapal para nelayan,”ujarnya.

Sementara itu Kepala Desa Kanigoro, Suroso menuturkan, di Kecamatan Saptisari ada beberapa titik terdampak banjir diantarnya SMP 3 Saptosari, Pantai Ngrenehan, Klumpit kena longsoran talud, dan lahan persawahan juga tergenangan air.

“Semoga pemerintah segera menindaklanjuti karena kebanyakan masyarakat disini adalah nelayan. Kalau tidak segera ditindak lanjuti kasihan mereka tidak bisa melaut,” ucapnya.

Dikatakan Suroso, ada 5 kapal milik nelayan yang hilang, 2 hancur dan 3 patah. Selain itu ada 6 warung yang mengalami kerusakan cukup parah.

“Untuk kerugian diperkiraan mencapai 2 milyar, karena alat-alat kapal seperti jaring memang mahal satu jaring mencapai 17 jutaan, dan satu kapal itu ada 5 jaring dengan berbagai ukuran. Ditambah lagi satu mesin kapal dan jukungnya bisa mencapai 40an juta,” bebernya. (Santi)

Related Post