Banyak Berkarya di Bumi Handayani, Siapa Sebenarnya Sosok Sutrisna Wibawa??

196 views
 

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Prof. Dr. H. Sutrisna Wibawa, M.Pd., yang dikenal sebagai Rektor UNY ini akan terus mendorong niatnya untuk maju sebagai bakal calon Bupati Gunungkidul.

Hadirnya sosok Sutrisna Wibawa Dipanggung politik ternyata menyita perhatian publik.

Meski baru sekitar 1 bulan memantapkan niatnya untuk mengabdi buat tanah kelahiran, namanya mulai santer disebut-sebut sebagai kuda hitam. Tidak sedikit yang bertanya siapakah Prof. Sutrisna Wibawa?

Siapa sangka, Rektor bukanlah satu-satunya amanat yang pernah diemban oleh Sutrisna.

Beliau tercatat pernah menjadi Sekretaris Direktur Jenderal di Kemristekdikti, sampai  Direktur Eksekutif Islamic Development Bank UNY.

Dalam setiap pengabdian tersebut, selalu terselip karya dan kontribusi nyata untuk Gunungkidul.

“Gunungkidul adalah kampung halaman yang telah membuat saya Kadhung Trisna. Saya telah berikhtiar dalam setiap pengabdian yang selama ini saya lakukan, ada karya yang dapat dipersembahkan untuk bumi handayani ini,” ungkap Sutrisna.

Adapun tujuh karya Sutrisna Wibawa untuk Gunungkidul diantaranya;

1. Menyediakan Beasiswa Kuliah Gratis

Tercatat hingga saat ini di UNY saja, 324 Anak Gunungkidul telah menerima beasiswa Bidikmisi pada tahun 2019 ini.  Mereka tersebar dari seluruh 15 kecamatan di Gunungkidul, dan mengenyam pendidikan secara hampir merata di tujuh fakultas yang dimiliki UNY. Para penerima beasiswa Bidikmisi berhak untuk berkuliah gratis dan mendapat uang saku sekitar 600 ribu rupiah per bulan.

“Program Bidikmisi punya tujuan mulia: agar pendidikan tinggi tidak hanya menjadi privilege golongan tertentu saja, tapi dapat diakses semua lapisan masyarakat. Termasuk seluruh lapisan masyarakat Gunungkidul,” ungkap Sutrisna Wibawa.

2. Mengasah Insan Berprestasi

Siapa yang tak kenal Bayu Prasetyo, Pelari Asal Playen Gunungkidul kebanggaan UNY. DALAM ajang SEA Games Manila, Filipina 2019, kontingen Indonesia menurunkan dua atletnya dalam cabang olahraga (cabor) atletik kategori jalan cepat. Bayu Prasetyo adalah salah satunya dan turun di nomor 2.000 meter.

Bayu bukan satu-satunya. Inggried misalnya selaku anak yang menyabet nilai UN tertinggi se-DIY, diberikan kesempatan berkuliah gratis di UNY melalui beasiswa Bidikmisi.

Secara keseluruhan, tercatat ada 44 mahasiswa berprestasi asal Gunungkidul yang berhasil mengharumkan nama UNY dan Indonesia.

“Bidangnya pun beragam, mulai dari akademik sampai atlet,” tukas Sutrisna.

3. Merintis Pembangunan Kampus di Gunungkidul

Memperoleh hibah tanah empat hektar dari Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Sutrisna Wibawa selaku nakhoda UNY langsung tancap gas. Ia menyatakan siap untuk membangun kampus di Gunungkidul. Terlebih lagi, kampus ini merupakan permintaan langsung Pemerintah Kabupaten agar masyarakat di sana bisa kuliah.

Delapan program studi berbasis teknik informatika, digital, dan pariwisata akan dibuka per Juni 2019. 50% kuota akan diberikan khusus untuk putra-putri Gunungkidul.

4. Nguri-Nguri Kebudayaan

Banyak aktivitas berbasis kebudayaan yang ia gelar dan lakoni. Saat Dies Natalis UNY ke-54 lalu misalnya, Sutrisna menggelar Festival Dalang Cilik yang berhasil dimenangkan Arifatur Ikhsan Bayu Pradipta di tingkat SD dan Gymna Cahyo Nugroho di tingkat SMP. Keduanya adalah putra asli Gununkidul, masing-masing bersekolah di SDN 3 Ponjong dan SMPN 2 Wonosari.

5. Jathilan Mencetak Rekor MURI

Mengusung tema inovasi pendidikan untuk Indonesia, Dies Natalis UNY ke-55 menggelar festival Jathilan pada Hari Pendidikan Nasional (02/05/2019).  Sebanyak 3.500 penari yang direncakan hadir dalam festival tersebut, memecahkan rekor MURI sebagai Festival Jathilan dengan penari terbanyak.

Prof. Sutrisna Wibawa selaku rektor, menjadi inisiator sekaligus salah satu peserta jathilan tersebut. Tak sedikit kenangnya, warga dari penjuru DIY termasuk Gunungkidul turut serta dalam ajang jathilan tersebut.

Bangun Desa Mitra dan Hadirkan Pengabdian Kepada Masyarakat

Sebagai akademisi, Sutrisna selalu menempatkan diri mendukung pembangunan. Tak terkecuali di kampung kelahirannya. Oleh karena itu, tak sedikit daerah di Gunungkidul yang menjadi mitra UNY maupun dijadikan daerah jujugan KKN.

Kampung Emas Dewi Sri di Desa Putat Patuk misalnya, adalah torehan kerjasama yang telah dilakukan IKA UNY dan Prof. Sutrisna di Gunungkidul. Di sana, UNY menginisiasi agar pariwisata dirintis dan hasilnya dapat menyejahterakan masyarakat sekitar.

6. Secara pribadi, Sutrisna juga telah mendirikan Yayasan Marta Hadi Wisraya yang bertempat di Dusun Sokoliman Kecamatan Karangmojo.

Yayasan tersebut memiliki sanggar kegiatan masyarakat untuk mendukung kegiatan pendidikan di seantero Gunungkidul.

Beberapa karya telah ditorehkan yayasan tersebut. Mulai dari membantu guru-guru serta bunda PAUD agar dapat menghadirkan pendidikan terbaik bagi anak muda Gunungkidul, hingga menggelar pentas wayang bocah, pentas wayang wong pemuda, serta pengajian-pengajian.

7. Bantu Korban Bencana dan Penderita Kanker

Dalam beberapa bencana di tanah air, Sutrisna Wibawa dan UNY turut berpartisipasi. Bahkan Sutrisna turut menggalang dana. Demikian pula dengan bencana Longsor di Desa Purwodadi Kecamatan Tepus kemarin, Sutrisna hadir secara langsung untuk menyalurkan bantuan bahan bangunan, sembako, dan lainnya. Sutrisna menjadi pihak non pemerintah pertama yang hadir untuk membantu daerah tersebut.

Kepada Oktaviani, mahasiswi UNY asal Ngricik Karangmojo yang menderita kanker langka “Liposarkoma,” Sutrisna hadir untuk menyerahkan bantuan biaya pengobatan sekaligus menggalang partisipasi publik melalui media sosial (akun pribadinya). (Red)

 

Related Post