Banyak Tumpukan Sampah Di Sungai Bawah Tanah, Proses Evakuasi Korban Goa Pindul Terhambat

1223 views

Proses evakuasi yang dilakukan petugas gabungan (Foto : Nena)



Gunungkidulpost.com – Karangmojo – Meski proses evakuasi terhadap korban pemandu Goa Pindul, Giyo warga Karangmojo, yang hilang saat freedive (menyelam tanpa alat bantu selam,red) terus berlanjut. Namun, tim penyelam temui sejumlah kendala yang menghambat proses pencarian.

Koordinator Tim Penyelam SAR DIY, Zaki Kurniawan mengatakan, proses evakuasi melibatkan petugas gabungan dari SAR Baron, SAR DIY, BASARNAS dan aktivis penyelam. Untuk pencarian saat ini difokuskan di sungai bawah tanah yang ada di lokasi kejadian. “Karena memang di lokasi ada lorong sungai bawah tanah, nanti akan coba disitu,” katanya, Senin (10/10/2016).

Saat proses penyelaman, Zaki mengaku sempat mengalami beberapa kendala. Diantaranya banyaknya sampah yang menumpuk di lorong sungai bawah tanah. “Kita akan coba membersihkan tumpukan sampah itu,” ujarnya.

Menurut Zaki, kondisi air yang keruh dan berwarna coklat tersebut menjadi salah satu faktor menghambat jalannnya proses pencarian. Sehingga beberapa petugas hanya bisa meraba. “Air keruh banget kondisinya gelap, jadi hanya penyalaman buta menggunaan rabaan tangan,” terangnya.

Zaki memprediksi, hingga saat ini korban diduga masih berada dibawah lorong sungai bawah tanah tersebut. Namun demikian, pihaknya berupaya akan terus melakukan pencarian. “Kemungkinan korban ada disitu (lorong sungai bawah tanah red), tetapi kita belum tahu pasti,” pungkasnya. 

Untuk diketahui sebelumnya, salah seorang pemandu Goa Pindul, Giyo tidak muncul kembali ke permukaan saat melakukan penyelaman, Minggu (9/10/2016) siang. (Nena)

Related Post