Belasan Hektar lahan Pertanian Gunungkidul Ditumbuhi Rumput Liar

651 views




Gunungkidulpost.com – Wonosari – Kemarau basah yang terjadi hingga akhir September membawa kekhawatiran tersendiri bagi para petani di Desa Wareng, Wonosari.Pasalnya, belasan hektar lahan disekitar tidak bisa ditanami akibat rumput liar yang tumbuh dikawasan sekitar.
Salah seorang petani Desa Wareng, Jambidi mengatakan, rumput liar yang tumbuh dikawasan sekitar sudah sekitar 2 Minggu.”Rumput liar ini tumbuh menutupi lahan pertanian kami sehingga kami kesulitan untuk bertani,” katanya kepada Gunungkidulpost.com.
Jambidi mengaku, memasuki akhir September, para petani sudah mulai melakukan aktifitas penanaman.”Ada yang menanam jagung, padi atau ketela.Tetapi kalau seperti ini kami tidak bisa bertanam,” jelasnya.
Guna mengurangi hal tersebut, Jambidi mengaku terpaksa mengeluarkan uang ektras untuk membeli obat pembasmi rumput.”Harganya berkisar antara Rp 50.00 – Rp 100.000 tergantung seberapa luas lahan yang dimiliki, semakin luas lahan otomatis pengeluarannya semakin banyak,” ungkapnya.
Obat pembasmi rumput liar ini nantinya akan disemprotkan ke rumput yang sudah tumbuh.”Nantinya rumput akan berubah warna menjadi kuning lalu tidak tumbuh lagi,” tutupnya.
Berbeda dengan Jambidi, Tariyem mengaku lebih memilih cara tradisional untuk membasmi rumput liar yang ada.”Saya lebih memilih untuk mencangkul manual lalu membakar rumput yang ada,” ungkapnya.
Menurutnya, cara tradisional dirasa menghemat biaya pengeluaran, mengingat kemarau basah yang ada sudah mengakibatkan gagal panen.”Meski begitu terasa melelahkan karena bisa menghabiskan waktu sehari,” tutupnya.(Maya)

Related Post