Berawal Dari Teman Curhat, Si Pelukis Kayu Gunungkidul Kini Sukses Diterima Konsumen

  • Share

Gunungkidulpost.com – WONOSARI – Hobi bisa mendatangkan rezeki. Hal ini yang telah dilakukan oleh Florentinus Sarjono dengan karya seni lukisan di atas papan kayu.

Lukisan yang menggunakan media papan kayu bekas itu banyak diminati oleh konsumen. Berawal dari jualan jasa melukis secara mulut ke mulut dari saudara sahabat dan rekanan, kini lukisannya diminati oleh konsumen dari lintas kota.

Ditemui dirumahnya, Sarjono mengaku mulanya ia berprofesi sebagai koki disalah satu lestoran ternama di Jakarta. Disela kesibukannya, ia menyempatkan diri untuk melukis dengan memakai pensil dengan media kertas. Kemudian berganti dengan cat air di atas kanvas. Bersama komunitas seni rupa di Kota Tangerang pernah pula ia ikut pameran.

“Dulu pernah bergabung dengan komunitas seni rupa di Kota Tangerang. Dari situlah saya benyak menimba ilmu dan benar-benar menyalurkan bakat lukis saya,” ujarnya saat dtemui wartawan dirumahnya, Sabtu (10/10/2020) lalu.

Akhirnya, di Tahun 2013 dirinya memutuskan untuk pulang kampung. Ia berkeinginan bekerja tidak jauh dari tanah kelahiran di Bumi Handayani.

Sebentar di Jogja, lalu pindah ke Solo. Namun saat itu, kegemarannya melukis kesulitan mendapat alokasi waktu. Sehingga pada tahun 2018 ia memutuskan untuk keluar dari kerjaan dan ingin usaha dirumahnya.

“Sempat lama saya tidak melukis karena kerjaan sudah banyak dan tak ada waktu luang,” katanya.

Menurut Florentinus Sarjono, mencoba merintis usaha barunya di Gunungkidul dengan membuka warung kuliner seafood. Dari situlah, Ia pasrah lantaran usahanya tak berjalan mulus akibat pandemi Covid-19.

Dia pun akhirnya bertemu dengan salah satu rekan seniman yang akhirnya memberikan ide-ide kreatifnya.

“Kala itu, saya bertemu dengan Mas Lukas Arintaka salah seorang seniman Gunungkidul. Dan dari hasil obrolan itulah beliau memberikan masukkan kesaya untuk mengembangkan bakat melukis saya dengan media yang berbeda seperti kayu ataupun batu. Akhirnya saya memilih untuk mencoba melukis diatas papan kayu bekas yang sudah tidak terpakai dan ternyata bisa berhasil mempraktekkan ini,” imbuhnya.

Berkat kesabaran dan kegigihanya, hasil coretannya diatas media kayu mampu mendongkrak perekonomian keluarganya.

“Kami mencoba dan hasilnya memang disukai oleh konsumen. Dari situlah rintisan saya melukis diatas papar kayu bisa diterima oleh masyarakat. Yang pertama dibi oleh seorang pator di Jogja. Dan sampai dengan saat ini, banyak yang suka dan banyak yang minat untuk memesan lukisan,” kata dia.

Meski baru menekuni usaha seni lukis kayu belum ada setahun, Florentinus sarjono mengklaim dirinya bisa mengembangkan karya seni lukis kayu satu-satunya di Gunungkidul.

“Puluhan hasil karya saya ternyata diterima oleh pasar konsumen. Bahkan hingga sampai luar kota dan luar negeri,” paparnya.

Hal itu semakin membuat dirinya optimis, kalau bisnis lukisan kayu ini bisa semakin diminati oleh para pembeli.

Bahkan hasil karyanya telah diminati mulai dari Ketua Dewan, pengusaha, hingga Pastor.

“Rata-rata harga terendah yakni Rp 300 ribuan. Ada juga yang lebih dari Rp 5 juta. Itu semua tergantung dari materi dan bahannya. Dulu pernah melukis pesanan dari Ibu Ketua DPRD Gunungkidul, ada juga dari seorang Pastor, dll” jelasnya. (Yup)

  • Share
Exit mobile version