Berhasil Jalankan Program KB Pria, Sutono Jadi Motivator Nasional

96 views
 

Gunungkidulpost.com – Wonosari –
Kesadaran kaum pria menjalani KB diklaim cukup meningkat. Menurut Duta KB (Keluarga Berencana) asal Tanjungsari, Gunungkidul Sutono, menyebutkan bahwa kesadaran itu muncul setelah kepala desa menjalani Metode Operasi Pria (MOP).

“Saya 10 tahun menjadi akseptor, dan Semua Mitos Itu Tak Terbukti!” kata Sutono kepada wartawan.

Sebagai salah satu peserta Keluarga Berencana (KB) pria, Kades Kemadang, Sutomo menjadi motivator KB pria tingkat nasional.

Atas perannya tersebut ia berhasil menjuarai lomba tingkat nasional pada 2017 silam.

“Sampai saat ini saya berhasil mengajak kurang lebih 250an warga yang mau untuk melakukan KB Pria hingga akhirnya program dan metode saya ini dinilai bagus oleh tim penilai lomba KB Pria di Jakarta,” ujarnya.

Sutono mengatakan, awalnya pria enggan menjalani KB karena takut dengan efek samping yang dapat menurunkan gairah seksual. Padahal, itu hanyalah mitos yang keliru. Hingga akhirnya ia yakin menjalani KB Pria dan bahkan mempu berhasil mengajak ratusan pria lainnya.

“Melalui sosialisasi maupun pertemuan warga saya tak henti-hentinya mengajak bapak-bapak untuk melakukan KB pria. Dan hingga saat ini hasilnya meningkat,” ungkapnya.

Sebagai tokoh masyarakat, Sutono sangat paham mengenai kondisi masyarakat Desa khususnya Desa Kemadang, termasuk dalam kaitannya dengan program Kependudukan, KB, dan Pembangunan Keluarga.

Ia memutuskan melakukan KB pria/ MOP ini pada tahun 2010. Berawal dari kepedulian dan empatinya pada kaum perempuan, ia kemudian berusaha mendapatkan pengetahuan yang lebih luas tentang MOP dan metode kontrasepsi lainnya.

Istrinya (Purwati, AMd Keb) yang adalah seorang bidan banyak memberikan informasi dan pengetahuan mendalam tentang MOP. Dukungan dan apresiasi positif dari istri, menguatkan tekad Sutono untuk memilih alternatif metode MOP dalam ber-KB.

Selanjutnya ia memutuskan menjadi motivator KB pria metode MOP, karena ia sudah merasakan sendiri dampak positif dari penggunaan MOP. Dalam menggunakan MOP, dampak positifnya antara lain lebih nyaman dan tidak menganggu aktivitas dari penggunanya.

Tidak ada efek samping yang berbahaya atau mengganggu dari metode ini. Selain itu kesetaraan gender dalam aktivitas program KB juga terwujud. Kenyamanan suami istri tentu menjadi penguat bagi visi untuk membangun keluarga bahagia dan sejahtera.

“Salah satu visi saya adalah membangun keluarga yang bahagia dan sejahtera, salah satunya dengan mengambil peran ber-KB melalui MOP,” ucapnya.

Adapun dalam menjalankan perannya sebagai motivator MOP, ia melakukan pendekatan personal kepada tokoh masyarakat, melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui banyak jalur diantaranya dengan jalur keagamaan, jalur kelompok serta jalur budaya. (Yuk)

 

Related Post