Berikut Penjelasan Ahli Geologi Terkait Fenomena Tanah Ambles di Bumi Handayani

135 views

Gunungkidulpost.com – Semanu – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah melaksanakan beberapa langkah taktis untuk menghadapi bencana yang terjadi di Kabupaten Gunungkidul. Selain itu, sosialisasi pada masyarakat pun gencar dilaksanakan untuk mengingatkan dan memberikan pemahaman bagaimana cara menanggulangi bencana yang terjadi.

Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Eddy Basuki, saat menghadiri sosialisai penanggulangan bencana oleh BPBD DIY di RM Bu Tiwi, Kecamatan Semanu, Senin, (26/8/2019).

“Sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan kesiap siagaan dan memberikan pemahaman tentang bagaimana masyarakat bisa mengendalikan diri saat terjadi bencana,” katanya.

Sementara itu, Hening Fadil Wibowo ahli geologi dari Universitas Gajah Mada menyampaikan, fenomena yang sering terjadi di Gunungkidul yakni terjadinya tanah ambles atau penurunan tanah secara tiba-tiba.

“Gunungkidul tersusun atas batu kapur yang jika terkena air batu itu akan larut dan nantinya larutan inilah yang akan menyebkan amblesan tanah,” terangnya.

Fadil menjelaskan, selain karena pelarutan batu gamping secara alami, tanah ambles juga bisa terjadi karena gempa, beban berat pembuat infrastruktur dan lalunlintas, eksploitasi air tanah secara bsar-besaran serta penambangan.

“Selain itu pembuatan infrastruktur bawah tanah dengan konstruksi yang tidak standar juga bisa menjadi penyebab tanah amblas,” kata Fadil.

Menurut Fadil, amblasnya tanah biasanya terjadi di wilayah yang terdapat banyak gua tau luweng, ada aliran bawah tanah, dekat dengan struktur geologi, dan juga dipengaruhi dengan jenis batuan dan kelerengan.

Beberapa hal yang harus dilakukan untuk mengantisipasi amblesan tanah yakni dengan membuat peta rt/rw dengan memasukan kerentanan amblesan kriteria penilaian. Selain itu pemerintah juga melakukan survey secara serius dan detail mengenai amblesan. Mengatur pendirian infrastrukrur yang berpeluang untuk memicu amlbesan.

“Masyarakat juga perlu menambah pengetahuan tentang amblesan, membuat pribadi dan kesiapan menjadi masyarakat tanggap bencana dan tidak melakukan eksploitasi,” ujarnya.

Fadil menambahakan, jika amblesan sudah terjadi, yang harus dilakukan terhadap amblesan yakni jika amblesan dalam ukuran kecil, segera menutup amblesan dengan material yang aman.

“Jika amblesan cukup besar dan membahayakan, segera hubungi pihak terkait dan masyarakat yang terdampak segera di efakuasi,” imbuhnya. (Santi)

Related Post