BKK Dipastikan Cair Pada APBD Perubahan

255 views
 

Gunungkidulpost.com – Wonosari –
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melakukan konsultasi dengan Pemerintah Provinsi DIY untuk pastikan dapat mencairkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp 24,1 milliar pada tahun ini.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gunungkidul, Drajat Ruswandono menuturkan, untuk mencairkan BKK pada triwulan pertama 2019 dirasa sulit, karena plot anggaran minim lantaran anggaran yang dimiliki bersamaan dengan program rutin Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Kami sudah konsultasikan dengan provinsi, dan BKK lebih baik dicairkan pada APBD perubahan 2019,” ucapnya, Jumat (15/2/2019) kemarin.

Jika tetap dicairkan pada triwulan pertama akan sulit, karena sesuai proyeksi pencairan akan menggunakan dana sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) 2018.

“Kalau menggunakan silpa 2018 maka tidak mungkin dicaikan pada triwulan pertama karena harus melalui proses BPK. Hasil audit juga belum turun sehingga kami tidak berani menggunakannya,” ucapnya.

Menurutnya pencairan BKK lebih pas jika setelah pembahasan APBD perubahan 2019, ia juga memastikan bahwa BKK akan dicairkan pada tahun ini.

“Program BKK akan kami masukkan pada Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS),” ungkapnya.

Sementara itu Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah Gunungkidul, Putro Sapto Wahyono mengatakan, Pemkab sendiri mengalokasikan dana BKK sebesar Rp 24,1 milliar.

Rencananya dana tersebut akan diberikan kepada 144 desa di Gunungkidul.

“Dana akan dimanfaatkan untuk bantuan dusun serta kegiatan insfrastruktur desa dan siap desa besarannya akan berbeda,” tutupnya. (Bayu)

 

Related Post