BPBD Klaim Status Darurat Kekeringan

163 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Hingga saat ini sejumlah kecamatan di Gunungkidul masih membutuhkan bantuan air bersih akibat dampak dari kekeringan.Hal itu mambuat BPBD Gunungkidul akhirnya menetapkan status Darurat Kekeringan.Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, mengatakan penetapan status Darurat Kekeringan tidak lepas dari hasil rapat koordinasi yang dilakukan BPBD bersama Badan Keuangan Aset Daerah (BKAD) dan Sekretaris Daerah (Setda) Gunungkidul.Adapun dasar penetapan mengacu pada kondisi terkini di sejumlah kecamatan yang masih kekurangan air bersih. Dari sisi anggaran, BPBD sudah tidak memiliki dana untuk dropping air bersih.

“Ada beberapa kecamatan yang masih butuh air. Meski hujan sudah turun tapi belum merata sehingga bak penampungan air milik warga belum terisi air,” kata Edy saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (10/12/2019)

Menurut dia kecamatan yang masih meminta bantuan air bersih di antaranya Panggang, Paliyan, Purwosari, Girisubo dan Rongkop. Rencananya penyaluran bantuan diberikan mulai Rabu (11/12).

“Administrasi sudah kami urus dan besok [hari ini] bantuan mulai disalurkan,” katanya.

Disinggung mengenai waktu penetapan status Darurat Kekeringan, Edy mengakui bahwa masa darurat diperlakukan secara situasional. Meski demikian, target awal penetapan dilangsungkan hingga 15 Desember 2019.

“Dalam lima hari ke depan bantuan kami salurkan. Jika kondisi hujan belum merata maka status darurat bisa diperpanjang,” katanya.

Untuk penyaluran bantuan selama lima hari diperkirakan kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp40 juta. Berdasarkan penetapan status Darurat Kekeringan, maka kebutuhan anggaran diambilkan dari belanja tak terduga milik Pemkab.

“Ini masih sebatas estimasi dan mengacu pada armada pengangkut air yang dimiliki BPBD,” ungkapnya. (Yup)

Related Post