BPBD Mulai Banyak Permohonan Droping Air

333 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Memasuki musim kemarau seperti saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Gunungkidul mulai kebanjiran permohonan droping air.

Hal itu seperti yang terjadi di dua desa di Kecamatan Tanjungsari yang mengalami kekurangan air saat kemarau saat ini.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan pihaknya sudah menerima surat laporan kekeringan dan permohonan bantuan air.

“Sudah ada yang masukkan permohonan bantuan air bersih,” ucap Edy, Selasa (22/5/2018).

Edy mengatakan sementara ini baru dua desa tersebut yang melaporkan yaitu Desa Hargosari, Tanjungsari dan Desa Ngestirejo, Tanjungsari. Ia mengatakan pihakanya berusaha menjemput bola dengan melakukan pengecekan meski belum ada laporan.

Dia menjelaskan sebenarnya dua desa tersebut juga masuk ranah Kecamatan. Meski begitu jika dana dari Kecamatan belum ada, pihak BPBD Gunungkidul akan membantu membackup. Adapun anggaran yang disiapkan oleh BPBD Gunungkidul untuk mengatasi kekeringan Rp638 juta.

“Puncak kemarau biasanya Agustus, tetapi kemarin saat kordinsai dengan kecamatan mereka memprediksi meminta dropping pada Juni atau Juli,” paparnya.

Sementara itu Kepala Desa, Hargosari, Mugito mengatakan di Desanya memang sudah mulai kesulitan air sudah dari beberapa minggu yang lalu.

“Sudah mulai kesulitan air masuk musim kemarau ini. Sudah mulai membeli air sendiri warga,” bebernya.

Mugito mengatakan saat ini lahan pertanian juga sudah mulai tidak ada tanaman, karena merupakan lahan tadah hujan. Tanaman yang ada saat ini hanya tinggal tanaman yang tidak memerlukan banyak air, dan rata-rata tinggal masuk masa panen.

Saat ini juga pihaknya sudah mengajukan permohonan bantuan untuk dropping air, namun masih menunggu konfirmasi dari BPBD Gunungkidul.

“Kami berharap agar bantuan dropping air segera didapat untuk meringankan beban warga,” pungkasnya. (G1)

Related Post