Bupati Jamin Tragedi Dinkes Tak Akan Terulang Lagi

553 views

Foto: Doc Gunungkidulpost)


Gunungkidulpost.com – Wonosari – Bupati Gunungkidul, Badingah langsung merespon desakan belasan jurnalis atas berbelitnya jalur mendapatkan informasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul.

Pihaknya telah mengundang semua pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) lengkap dengan pejabat pengelola informasi dan dokumentasi (PPID) untuk memperbaiki kinerja pemerintah daerah.

“Kami berterima kasih atas masukan dan kritikan teman-teman wartawan. Pimpinan OPD kami minta untuk segera berbenah sehingga tidak ada lagi kejadian seperti ini,” kata Bupati Badingah, Jumat (31/3/2017).

Dirinya mengakui sudah berkali-kali mengingatkan pentingnya keterbukaan informasi. Selain sebagai bentuk pertangungjawaban kepada masyarakat, keterbukaan informasi ini sangat penting untuk menyampaikan program-program dan upaya pemkab dalam memberikan layanan kepada masyarakat.

Oleh karena itu, Badingah meminta maaf kepada semua pegiat media di Gunungkidul dan juga kepada masyarakat dengan adanya dinas yang masih berbelit dalam memberikan pelayanan tersebut. Diapun berjanji konsep pelayanan akan dibuat lebih mudah dan tidak membingungkan masyarakat.

”Jadi tidak seharusnya informasi ditutup-tutupi, baik kepada masyarakat maupun kalangan media,” ujarnya.

Sebelumnya sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Forum Wartawan Gunungkidul, Wisanggeni melakukan aksi protes di depan kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul. Mereka memprotes kebijakan Dinkes yang berbelit-belit dalam memberikan akses infromasi, terutama kepada wartawan.

Menurut Koordinator Aksi, Suharjono mengatakan, setiap ingin mencari informasi ke Dinkes, wartawan diharuskan mengisi formulir rangkap dua dengan harus menuliskan, nama lengkap, alamat, nomor KTP, keperluan, dan detail data yang diminta.

Namun tak jarang setelah mengisi formulir dengan memakan waktu yang cukup lama, narasumber yang dibutuhkan tidak dapat ditemui.
Hal tersebut dinilainya sangat mempersulit kerja-kerja jurnalistik.

“Kami meletakkan kartu identitas dan alat peliputan sebagai bentuk protes. Sebagai bukti bahwa kami bukan media abal-abal yang hanya datang untuk mencari-cari sesuatu,” ucap Suharjono. (Bayu)

Related Post