Cegah Penurunan Harga Jagung, Dirjen Tanaman Pangan Minta Petani Lebih Kreatif

324 views
 

Gunungkidulpost.com – Playen – Berawal dari menanam benih jagung hibrida bantuan dari pemerintah sebanyak 8,14 ton, dilahan seluas 190 hektare, Kelompok Tani Ngudi Makmur di Padukuhan Tanjung, Desa Getas, Kecamatan Playen berhasil memanen 1.522,66 ton.

Suwardi,Ketua Kelompok Tani Ngudi Makmur menyampaikan, jika dikalkulasi, dari harga jagung saat ini 4000/kg x 1.522,66 ton, maka total mencapai 6 milyar 90 juta 640 ribu rupiah. Sungguh ini pencapaian yang cukup fantastis.

Namun demikian, Suwardi mengakui harga jagung di desa Getas masih mengalami pasang surut. Memang saat ini harga ada dikisaran 4 ribu rupiah, namun tidak menutup kemungkinan harga akan turun setelah memasuki masa panen seperti ini.

“Mohon pemerintah bisa menstabilkan harga jagung dengan batas limit 2 ribu rupiah,” pinta Suwardi saat menggelar panen raya jagung hibrida, di Desa Getas, Senin, (18/2/2019).

Suwardi berharap,Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian kedepan tetap memberikan bantuan benih jagung dan sarana prasarana demi kemajuan kelompok tani yang ada di Desa Getas ini.

Menanggapi hal tersebut, Sumardjo Gatot Irianto,Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian
menyampaikan bahwa pihaknya telah bernego dengan BISI agar harga jagung seharga Rp. 3.650/kg dari harga jgung kering yang semula hanya Rp. 3.600/kg.

“Ini bukti bahwa kami membela petani,” katanya.

Sumardjo mengatakan, untuk mencegah terjadinya penurunan harga jagung, petani dihimbau agar lebih kreatif dengan cara menjual jagung dalam bentuk produk makanan olahan sehingga tidak hanya dijual untuk pakan ternak saja

“Kita juga berikan bantuan pengering jagung. Sehingga para petani dapat menyimpan hasil panen dan tidak dijual pada saat bersamaan,” kata dia.

Pada kesempatan itu, Sumrdjo berpesan agar Pemerintah Daerah terus melakukan pemantauan harga jagung harian. Selain itu perlu adanya bantuan dan dorongan kepada para petani agar mereka bisa lebih maju. (Santi)

 

Related Post