Cuaca Ekstrem, Petani Buah Terancam Gagal Panen

892 views
 



Gunungkidulpost.com – Patuk – Produksi buah di Kecamatan Patuk, Gunungkidul mengalami penurunan akibat cuaca ekstrim yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Akibatnya para petani buah mengalami gagal panen. 


Camat Patuk Haryo Ambar Suwardi mengatakan, kegagalan panen buah di Kawasan Patuk sudah terjadi sejak tahun 2016 lalu. Tahun lalu, paling parah durian, tetapi tahun ini hampir semua komoditas unggulan dari Kecamatan Patuk tidak berbuah. “Sepertinya tahun ini memang lebih parah,” katanya Selasa (17/01/2017).

Menurut dia, akibat gagal panen yang terjadi tidak hanya petani yang dirugikan, namun juga penjual di pinggir jalan karena tidak bisa menjajakan buah unggulan dari Patuk. Tidak hanya buah tetapi bunga Amarilis pun tidak mau berkembang.”mau gimana lagi, ini juga karena faktor cuaca,” tambahnya.

Sementara itu salah seorang petani di Desa Putat Bambang Widiyadi juga mengungkapkan, biasanya di bulan Januari sudah panen dari hasil kebunnya, bahkan akhir tahun pun sudah ada hasil buah yang dijual tetapi sampai saat ini belum ada. “Curah hujan yang tinggi sehingga seluruh komoditas mulai dari mangga, durian dan rambutan tidak bisa dipanen, sehingga masyarakat pun juga tidak bisa menikmati,”ungkapnya.

Seharusnya awal tahun ini menjadi berkah bagi petani rambutan di Wilayah Plumbungan. Karena di Wilayah Plumbungan terdapat sekitar ribuan batang pohon rambutan yang biasanya berbuah. “Tahun ini hampir tidak ada yang berbuah, biasanya saya sendiri menjual ke pedagang, saat ini pohonnya pun tidak berbunga,” kata Gunawan salah seorang warga sekitar.

Menurut dia, cuaca ekstrim seperti saat ini yang menyebabkan komoditas unggulan Kecamatan Patuk menjadi terganggu. “Tahun ini paling parah dibandingkan tahun sebelumnya, biasanya kalau rusak hanya sebagian, tapi ini berbuah saja tidak,” urainya. (Heri)

 

Related Post