Dana Anggaran Tak Bisa Dicairkan, Pengadaan Kapal Nelayan Gagal

351 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp470 juta hangus tidak bisa dicairkan. Hal itu, berdampak pengadaan kapal nelayan di 2017 gagal.
Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul Putro Sapto Wahyono mengatakan, anggaran pembuatan kapal dari DAK tidak bisa dicairkan. Pasalnya, Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul gagal melakukan lelang untuk pengadaan.

“Karena gagal maka dana sebesar Rp470 juta tidak bisa dicairkan katanya,” Senin (22/1/2018).

Dia menjelaskan, proses pencairan DAK sejak 2016 lebih sulit ketimbang pencairan di tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, untuk pencairan dari Pusat, Pemkab harus bisa menunjukkan bukti adanya pemenang lelang untuk kegiatan yang akan didanai.

“Tanpa bukti itu, maka Dana Anggaran Khusus (DAK) tidak bisa dicairkan. Kondisi inilah yang terjadi pada pengadaan kapal di Dinas Kelautan dan Perikanan, karena gagal terlaksana, maka dananya tidak bisa cair,” ujarnya.

Putro menjelaskan, kebijakan pengetatan pencairan DAK dilakukan untuk memastikan program berjalan dengan baik sehingga tidak ada proyek yang gagal, meski anggaran sudah turun. Konsekuensi dari kegagalan pengadaan itu membuat alokasi anggaran menjadi hangus.

“Kalau kegiatannya masih bisa diajukan lagi, tapi untuk pelaksanaan kemungkinan baru terealisasi di tahun 2019 mendatang,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Khairudin mengatakan, tahun lalu lembaganya mendapatkan alokasi DAK sebesar Rp470 juta untuk pembuatan lima kapal nelayan. Namun demikian, pengadaan tersebut gagal terlaksana karena masalah teknis sehingga lelang yang dilakukan mengalami kegagalan.

“Kondisi seperti ini pun berdampak terhadap rencana pemberian bantuan kapal ke nelayan batal, lelangnya saja sudah gagal,” katanya.

Menurutnya, adanya kegagalan lelang membuat anggaran yang dialokasikan oleh Pusat tak jadi dicairkan.

“Sampai sekarang anggarannya masih di kementerian karena kami [dinas kelautan dan perikanan] belum sempat mencairkan,” tuturnya. (Heri)

Related Post