Demi Habitat Penyu, Pemkab Rela Siapkan Payung Hukum

133 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berencana tidak akan membuka seluruh pantai untuk kepentingan komersial.

Hal itu, demi melindungi habitat penyu yang akan terus dilindungi.

Di sepanjang pesisir selatan Bumi Handayani terdapat 12 pantai yang ditetapkan sebagai tempat pendaratan penyu.

Hal tersebut diatur dalam Keputusan Bupati No.16/2016 tentang Penetapan Pantai di Gunungkidul sebagai Habitat Penyu. Belasan pantyai tersebut tersebar di Kecamatan Girisubo, Tepus, Tanjungsari dan Saptosari.

“Karakteristik penyu tidak akan mendarat ke sebuah pantai jika ada banyak manusia. Oleh karena itu jajarannya mengusulkan untuk dibuatkan payung hukum,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan
(DKP) Kabupaten Gunungkidul, Krisna Berlian, Selasa (18/6/2019) kemarin.

Hal itu bertujuan agar pantai-pantai tersebut tidak dibuka untuk umum. Sehinggga penyu memiliki tempat untuk mendarat dan bertelur ditempat yang khusus.

Krisna menyatakan, jenis-jenis penyu yang mendarat di pesisir selatan Gunungkidul di antaranya penyu hijau, penyu abu-abu, penyu sisik, penyu pipih, dan penyu tempayan. Penyu-penyu ini merupakan jenis penyu yang dilindungi.

“Keberadaan mereka harus terus dilestarikan,” jelasnya.

Sementara itu, Penjaga Pantai Watu Nene, Suwito Sumarno, mengaku tidak begitu tahu jika wilayah Pantai Watu Nene menjadi spot pendaratan penyu. Ia menyebutkan infrastruktur jalan yang belum baik membuat kawasan itu jarang dikunjungi wisatawan.

Menurut Suwito, salah satu tempat pendaratan penyu yakni Pantai Seruni yang letaknya hanya bersebelahan dengan Pantai Watu Nene di Dusun Klumpit, Desa Tepus, Kecamatan Tepus, saat ini sudah dibuka untuk umum.

“Jika di sini masuk kawasan pantai yang dilindungi, maka saya siap membantu menjaga,” tutupnya. (Bayu)

Related Post