Dewan Minta Perda Retribusi IMB Direvisi

389 views
 

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Perda No.14/2012 tentang Retribusi Izin Mendirikan Bangunan diminta oleh
Anggota DPRD Gunungkidul untuk direvisi.

Rekomendasi ini diberikan berdasarkan fungsi pengawasan dewan terhadap implementasi perda.

Ketua Komisi C DPRD Gunungkidul Purwanto mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan kepada bupati agar melakukan revisi terhadap Perda tentang Retribusi IMB. Usulan ini tidak lepas dari isi aturan yang dirasa butuh penyesuaian dengan kondisi di lapangan.

“Kami sudah lakukan pengawasan terkait dengan implemetasi perda,” kata Purwanto, Minggu (23/12/2018) kemarin.

Menurut dia, salah satu poin penting menyangkut masalah penghitungan biaya, khususnya pendirian bangunan untuk berusaha yang dinilai terlalu mahal. Purwanto menjelaskan, pihaknya telah melakukan terkait dengan simulasi perhitungan retribusi IMB. Adapun hasilnya biaya untuk mengurus IMB di Gunungkidul lebih tinggi dibandingkan dengan Kulonprogo maupun Bantul.

Sebagai contoh, lanjut dia, untuk luasan bangunan 100 meter persegi yang diperuntukkan rumah usaha dikenakan retribusi sebesar Rp3.015.000. Sementara itu, dengan tipe yang sama di Kulonprogo hanya dikenakan biaya Rp1.742.000 dan di Bantul sebesar Rp1.306.500.

“Inilah kenapa kami ingin ada revisi, terutama menyangkut komponen yang mempengaruhi terhadap besaran retribusi IMB,” ungkapnya.

Ditambahkannya, dengan revisi tersebut diharapkan retribusi IMB tidak memberatkan masyarakat serta dapat mempercepat iklim investasi di Bumi Handayani.

“Kalau nominalnya terjangkau maka ketaatan dalam mengurus IMB juga akan semakin tinggi,” katanya.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Anggota Komisi C DPRD Gunungkidul, Anton Supriyadi. Menurut dia, salah satu faktor yang membuat retribusi IMB di Gunungkidul tinggi terkait dengan indikator dalam penilaian. Oleh karenanya, ia meminta indikator tersebut diturunkan sehingga nominal retribusi bisa lebih terjangkau.

“Untuk merubahan indikator penghitungan harus dilakukan revisi terhadap perda yang ada,” ucap Anton. (Bayu)

 

Related Post