Dewan Sidak Pembangunan Pasar Legundi

290 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Proyek pembangunan Pasar Legundi di Desa Girimulyo, Panggang, mulai awasi oleh kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul.

Pengawasan dilakukan lantaran progres pengerjaan dinilai lamban.

Dari hasil sidak, Komisi C DPRD menghimbau kepada rekanan yang memenangkan tender pembangunan diminta tidak hanya memperhatikan kuantitas, namun kualitas dari bangunan harus benar-benar diperhatikan.

Anggota Komisi C DPRD Gunungkidul Anton Supriyadi mengatakan, dari hasil sidak pembangunan ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan oleh rekanan.

Pertama menyangkut progres pembangunan, dari sisi perkembangan sudah mencapai 50% dan diklaim telah sesuai dengan perencanaan. Kendati demikian, sambung Anton, ada yang perlu menjadi catatan terkait dengan jadwal.

Seharusnya memasuki November proses harus sudah di atas 60%, tapi di dalam perencanaan perkembangan hanya sekitar 48%.

“Ini kan aneh dan kalau tidak dikerjakan dengan benar maka bisa tidak selesai,” katanya kepada wartawan, Selasa (13/11/2018) kemarin.

Menurut dia, catatan kedua menyangkut kualitas pengerjaan. Ia menilai pemasangan keramik untuk lapak pedagang belum sepenuhnya baik karena ada titik yang dikerjakan tidak dengan rapi. Hal ini belum termasuk yang lain karena masing banyak item yang belum terpasang.

“Jangan sampai hanya mengejar jadi sehingga kualitas dikesampingkan. Jadi saya minta kepada konsultas pengawas untuk benar-benar mengawasi,” ucapnya.

Ketua Komisi C DPRD Gunungkidul Purwanto mengungkapkan, bangunan fisik pasar sudah dalam progres yang baik. Hanya saja, ia meminta kepada rekanan untuk memperhatikan kualitas karena saat proses akhir akan menentukan hasil seluruh pembangunan.

“Intiya harus benar-benar diperhatikan kualitas pembanguann dan jangan hanya mengejar proyek selesai,” ujarnya.

Menurut dia, dalam pembangunan masih ada hal yang kurang diperhatikan. Sebagai contoh, letak pasar bangunan yang di atas bukit, tapi dari sisi kontruksi tidak dilengkapi dengan instalasi penangkal petir.

“Hal-hal seperti ini harus diperhatikan karena tidak hanya memperhatikan bangunan pasar yang megah, tapi juga harus didukung fasilitas lain,” tutup Purwanto. (Bayu)

Related Post