Diduga Kena Antraks, Belasan Pasien Tunggu Hasil Lab

220 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Belasan warga di Kecamatan Ponjong dan Semanu harus mendapatkan penanganan medis yang intensif. Pasalnya, ke12 warga yang merupakan pasien di RSUD Wonosari diduga mengidap penyakit menular yang mengarah atau suspect antraks.

Kabid Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Wonosari, Triyani Heni Astuti, mengatakan pihanya bersama dengan tim belum bisa berkomentar terkait jenis penyakit yang diderita oleh para pasien tersebut. Sebab, uji laboratorium masih dilakukan Balai Besar Penelitian Veteriner (BB Litvet), Bogor, Jawa Barat.

“Maaf kami belum bisa berkomentar banyak,” ucap Heni, Jumat (10/1/2020).

Heni menyebut para pasien masuk kategori suspect antraks, mengingat para pasien tersebut tinggal di wilayah yang diduga terpapar virus antraks dari hewan ternak. Tak hanya itu, informasi yang didapat, sejumlah penderita mengaku mengonsumsi daging hewan yang diduga mati secara mendadak.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty, mengatakan sampel darah pasien sudah diambil dan dikirim ke BB Litvet Bogor untuk diuji. Saat ini Dinkes masih menunggu hasil uji laboratorium tersebut.

“Uji laboratorium di Bogor sangat teliti dan butuh waktu lama, kami belum bisa memastikan kapan hasilnya keluar,” ujarnya.

Namun, setelah ada temuan itu jajarannya langsung mengevakuasi korban untuk diberikan pengobatan dan perawatan secara intensif. Untuk warga di kedua desa tersebut, Dinkes menerjunkan tim untuk sosialisasi. Bahkan, ratusan warga di Dusun Ngrejek Kulon dan Ngrejek Wetan, Desa Gombang, Kecamatan Ponjong, telah diberi antibiotik.

“Warga yang diberi antibiotik merupakan warga yang kontak langsung dengan sapi mati seperti memotong, makan daging hingga bersih-bersih,” imbuh Dewi.

Dinkes juga terus memantau perkembangan di lokasi secara intens hingga 120 hari ke depan, sehingga bisa melakukan langkah-langkah antisipasi dengan cepat. (Yup)

Related Post