Dua Guru Mesum Akhirnya Kembali Aktif Mengajar. Lalu Jadi Apa Wajah Pendidikan Di Gunungkidul??

Kepala Dinas Pendidikan Kab.Gunungkidul Nunuk Setyowati. (Foto: Bayu)

Gunungkidulpost.com – WONOSARI – Dua guru berinisial N dan E di salah satu SD di Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul yang berbuat mesum di ruang guru pada Selasa (16/1/2023) akhirnya kembali aktif mengajar.

Dua guru mesum berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tersebut mulai aktif mengajar di sekolah yang berbeda.

N dipindahtugaskan ke SDN Joho sambil menunggu keputusan. Sedangkan Guru E pindah tugas ke sekolah di wilayah utara.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Gunungkidul, Nunuk Setyowati mengatakan dua guru berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tersebut mulai aktif mengajar di sekolah yang berbeda.

“Bu N dipindahtugaskan ke SDN Joho sambil menunggu keputusan. Kalau Guru E pindah tugas ke sekolah di wilayah utara. Mereka sudah mulai mengajar pekan lalu,” kata Nunuk, Senin (5/2/2024).

Sementara itu, Kelompok Substansi Status dan Kedudukan Pegawai Bidang Status, Kinerja, dan Kesejahteraan Pegawai Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Gunungkidul, Ika Wahyu Suesti mengatakan Dinas Pendidikan Gunungkidul telah melaporkan kasus tersebut pada tanggal (30/1/2024).

“Sudah pengajuan pembentukan tim pemeriksa ke Bupati per 1 Februari 2024 dan sudah persiapan pemeriksaan oleh tim,” kata Ika.

Ika menambahkan tim tersebut terdiri dari unsur kepegawaian, pengawasan, atasan yang bersangkutan langsung, dan bagian hukum setda. Dia mengaku tidak dapat memastikan durasi waktu pemeriksaan.
Dia juga tidak dapat menyebutkan sanksi yang mungkin dikenakan pada kedua guru tersebut. BKPPD masih perlu melihat proses pemeriksaan dan hasilnya.

“Kalo target spesifik waktu tidak ada. Tetapi pasti secepat mungkin kami selesaikan,” katanya.

Sebelumnya, Kabid Status, Kinerja, dan Kesejahteraan Pegawai BKPPD Gunungkidul, Sunawan mengatakan ada beberapa kemungkinan sanksi yang dapat dijatuhkan BKPPD jika kedua oknum tersebut terbukti berbuat asusila di lingkungan sekolahnya.

Bentuk sanksi pun ada beberapa macam seperti teguran lisan, tertulis, hingga pernyataan tidak puas. Selain itu ada hukuman pendisiplinan, penundaan kenaikan golongan, penurunan golongan, hingga hukuman terberat dengan pemutusan kontrak kerja. (Byu)