Dua Tempat Ini Dilarang Untuk Kampanye Terbuka

301 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Gunungkidul telah menyelesaikan jadwal kampanye untuk rapat umum terbuka. Sesuai dengan Keputusan KPU No.63/HK.03.1-Kpt/3403/KPU-Kab/III/2019 tentang Jadwal Kampanye Rapat Umum Terbuka, setiap parpol pun diberikan porsi rapat umum terbuka sebanyak lima kali, dengan durasi waktu kampanye di setiap sesinya selama dua hari.

Untuk asas pemerataan dan keadilan, masing-masing parti politik mendapatkan jatah kampanye yang sama. Untuk kampanye terbuka bisa dilakukan di lapangan atau tempat terbuka selain Alun-Alun Wonosari dan Gelanggang Olahraga Handayani.

Anggota KPU Gunungkidul, Andang Nugroho menyampaikan, pemberian porsi yang sama dalam kampanye agar tidak menimbulkan kecemburuan di antara peserta pemilu.

“Selain itu, di dalam penyusunan juga menghindari gesekan antar pendukung sehingga jadwal yang dibuat dengan mengacu pada aspek keamanan,” katanya Minggu, (24/3/2019).

Andang mengatakan, ada 15 partai yang diberikan jatah kampanye, hanya satu partai yakni PKPI yang tidak diberikan jadwal karena sudah dicoret dari kepesertaan di Gunungkidul.

“Pencoretan dilakukan karena yang bersangkutan tidak menyerahkan laporan dana kampanye,” jelasnya.

Andang berharap kepada peserta pemilu untuk dapat mematuhi jadwal berkampanye, baik secara tertib administrasi maupun komitmen parpol menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat. Sebelum kampanye dilaksakan, peserta pemilu diminta melayangkan surat pemberitahuan ke pihak kepolisian yang ditembuskan ke KPU dan Bawaslu.

“Rapat umum terbuka bukan satu-satunya jalan berkampanye, karena rapat pertemuan terbatas tetap diselenggarakan,”katanya.

Sementara itu, Kapolres Gunungkidul AKBP Ahmad Fuady mengatakan, komitmennya untuk mengamankan tahapan kampanye rapat umum terbuka. Untuk pengamanan sebanyak 745 personel telah disiapkan guna memastikan keamanan dan ketertiban selama tahapan pemilu berlangsung.

“Kita sudah siap. Agar pengamanan optimal, kitas sudah menggelar apel siaga dan simulasi pengamanan pemilu untuk mengantisipasi terjadinya rusuh,” ungkapnya.

Fuady mengatakan, polisi siap menindak tegas arak-arakan kendaraan yang melanggar peraturan seperti menggunakan knalpot blombongan, berboncengan lebih dari dua orang hingga tidak memaba surat-surat yang lengkap.

“Kami juga akan melokalisir sehingga tidak ada potensi pertemuan antar pendukung dari partai berbeda,” imbuhnya. (Santi)

Related Post