Ekonomi Mapan, Angka Perceraian Turun Drastis

404 views
image

Ilustrasi. Net

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Jumlah perceraian di Kabupaten Gunungkidul terus menurun. Terbukti dalam kurun waktu tiga tahun terakhir jumlah perceraian yang diputuskan melalui pengadilan agama mengalami tren penurunan.

Dari data yang ada pada 2014 ada sekitar 1.614 perkara perceraian yang telah diputuskan, lalu di tahun 2015 menurun menjadi 1.447 , di tahun 2016 ada 1.303, dan tahun 2017 sampai bulan September ada 870 perkara.

Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Wonosari, Muslih mengatakan menurunnya jumlah perceraian di Gunungkidul sejak tiga tahun terakhir diperkirakan karena masyakarat yang sudah mulai mapan secara ekonomi.

“Selain dikarenakan faktor ekonomimasyarakat Wonosari yang sudah mapan, juga dikarenakan pendidikan yang semakin bagus saat ini, kemudian juga kadar agamanya semakin baik,” ucapnya, Rabu (22/11/2017).

Banyaknya pihak wanita yang mengajukan perceraian, menurut Muslih dikarenakan wanita merasa menjadi korban dalam rumah tangga.

Terutama apabila sang laki-laki tidak bekerja untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

“Ada laki-laki yang tidak punya pekerjaan, padahal dari wanita ini sudah memiliki anak, sehingga tidak bisa menopang kehidupan, mau tidak mau wanitanya yang bekerja, baik itu menjadi TKW atau ke luar kota,” kata Musllih.

Ia melanjutkan, karena tidak tahan dengan kondisi tersebut makanya banyak dari pihak wanita yang mengajukan perceraian dibandingkan dengan laki-laki.

Namun ada juga laki-laki yang sudah berpenghasilan tetapi belum bisa memenuhi kebutuhan sesuai dengan porsinya menjadi penyebabnya.

“Kadang si laki-laki sudah bekerja secara maksimal, tapi tetap masih kurang, faktor rata-rata dikarenakan ekonomi, kemudian salah satu pihak meninggalkan pasangannya, sangat berpengaruh ekonomi itu” jelasnya.

Muslih menambahkan, umur rata-rata perceraian yang terjadi kisaran diatas 35 tahun, selain itu juga terkait pernikahan dini yang terjadi pada tahun 2017, ia mengatakan tidak terlalu banyak dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Tahun 2012 ada 164 pernikahan dini, 2013 ada 161, 2014 ada 147, 2016 ada 79, dan tahun 2017 sampai September kemarin berkurang menjadi 49, kemungkinan sampai Desember 2017 tidak lebih dari 65 pernikahan,” tutupnya. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post