Empat Gudang Barang Tak Memiliki Legalitas

232 views
 

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gunungkidul melakukan monitoring legalitas usaha di pergudangan yang mulai banyak memanfaatkan gedung-gedung kosong di Gunungkidul,Senin, (26/8/2019).

Dari hasil monitoring, empat gudang penjualan yang ada di sekitar Kecamatan Wonosari tidak memiliki tanda daftar gudang dan dua di antaranya tidak memiliki IMB. Sementara di Kabupaten Gunungkidul sendiri saat ini baru ada 24 gudang yang memiliki IMB dan memiliki surat tanda gudang.

Sekretaris Disperindag Kabupaten Gunungkidul, Virgilio Soriano menyampaikan, monitoring dilakukan dalam rangka mendorong pemilik gudang untuk melegalitaskan persyaratan gudang di Kabupaten Gunungkidul.

“Poin yang kami sidak yakni kelengkapan izin gudang,” katanya.

Adapun keempat perusahaan yang disidak dan belum memiliki tanda daftar gudang yakni PT Pinus Merah Abadi, CV Mitra Mulya, Gudang Koperasi Warga Semen Gresik dan PT Bengawan Karya Mandiri.

Dikatakan Virgilio, daftar tanda gudang ini cukup penting khususnya untuk melindungi konsumen,misalnya untuk produk yang sudah kadaluarsa kami bisa memantau dan harus sudah keluar dari gudang.

“Termasuk untuk produk makanan tidak boleh langsung diletakkan ke lantai, daftar ini detail mengatur itu,”jelasnya.

Untuk gudang yang belum berizin, secara random Disperindag akan melakukan sidak paling tidak satu kali dalam satu semester.

Sementara ini, pihaknya terus melakukan pendekatan kepada pemilik gudang untuk segera menguru legalitasnya. Namun jika langkah preventif ini tidak diindahkan, Dinas tak segan untuk menutup gudang-gudang yang tidak memiliki daftar tanda gudang tersebut.

Sementara itu, Kepala Seksi Promosi dan Pembinaan Usaha Disperindag Kabupaten Gunungkidul, Heri Sulistyo mengatakan untuk pengurusan tanda daftar gudang hanya perlu melampirkan SIUP, TDP, Fotokopi KTP dan NPWP penanggung jawab, IMB, foto gudang dan pas poto penanggung jawab gudang.

“Pengurusannya bisa secara online di Dinas Penanaman Modal dan Perizinan,” jelasnya. (Santi)

 

Related Post