Gunungkidul Bertambah Usia, Badingah Dan Immawan Akui Kekurangan

277 views
 

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Gunungkidul kini berusia 187 sejumlah capaian telah diraih, tapi masih banyak permasalahan yang perlu dirampungkan.

Bupati Gunungkidul Badingah mengatakan pada saat ini salah satu kendala yang masih terus diupakan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk segera rampung adalah kemiskinan.

“Permasalahan kemiskinan harus tetap diselesaikan dan bagaimana warga masyarakat Gunungkidul bisa memiliki pekerjaan itu yang selalu kami kejar,” ujarnya Badingah, Senin (28/5/2018).

Menurut Badingah, menuntaskan kemiskinan adalah dengan menciptakan peluang yaitu peluang membuka lapangan usaha di Gunungkidul khususnya di sektor wisata.

“Karena kita punya sumber daya manusia yang melimpah dan bagaimana cara kita memberdayakan masyarakat itu cepat tanggap menggarap wisata yang ada,” ucap Badingah.

Sementara itu Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi melihat keterlibatan masyarakat dalam perkembangan bumi handayani dirasa masih kurang.

“Potensi di sini selain wisata itu banyak, tapi keterlibatan untuk mau terjun itu yang masih minim,” bebernya.

Perihal peningkatan ekonomi masyarakat karena pariwisata Imawan mengatakan sejumlah spot wisata mulai menunjukan tren positif. Namun dampak dari kebaikan wisata tersebut imbuh Imawan justru kadang membuat masyarakat sering lupa untuk bersyukur.

Dia mencontohkan beberapa konflik ihwal perkembangan wisata di sejumlah tempat di Gunungkidul justru menjadi contoh buruk dari ketidasyukuran tersebut.

“Saya harap mereka [pengelola wisata] bisa rukun. Jangan sampai hanya rebutan keuntungan seperti lahan jadi konflik di masyarakat,” imbuhnya.

Khusus konflik perebutan lahan di Watu Kodok antar sesama warga bahkan hingga kini masih terus berlanjut dan belum menemukan titik terang.

Immawan menekankan pihaknya terus berupaya menyelesaikan konflik itu.

“Kami harap adanya bantuan dari masyarakat untuk turut serta membantu sebab pemkab tidak bisa sendiri dalam menyelesaikan masalah,” paparnya.

Immawan mengatakan, untuk infrastruktur jalan dia mencontohkan akses jalan untuk di Pantai Ngobaran.
Untuk pembangunan akses jalan di Pantai Ngobaran tersebut, setidaknya sudah empat kilometer, dari total panjang sekitar delapan kilometer.

“Infrastruktur jalan memang tidak semua dibiayai Pemerintah Kabupaten (Pemkab), tetapi penting diketahui bagaimana pendekatan dengan Provinsi maupun pusat juga harus dilakukan dalam rangka mempermudah akses wisata,” ulasnya.

Pada bidang kesehatan Immawan mengatakan Pemkab terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan. Mulai dari pembangunan Rumah Sakit di Saptosari yang dilakukan secara bertahap, lalu juga dengan pembangunan dua Puskesmas, yang diharapkan semakin mudah masyarakat mengakses.

Di sektor pendidikan kata Immawan banyak lulusan atau anak Gunungkidul banyak yang berprestasi. Saat ini yang diperlukan tidak hanya masalah kelulusan 100 persen menurutnya, tetapi bagaimana kualitas dari lulusan tersebut. Pada bidang pertanian yang juga banyak menjadi pekerjaan utama masyarakat Gunungkidul, juga diklaim jauh lebih baik saat ini.

“Angka kemiskinan ditekan ke angka 18,65% dan semoga tahun depan lebih menurun lagi,” tutup Immawan. (Bayu)

 

Related Post