Guru Mogok Kerja, Siswa Belajar Mandiri

416 views

Gunungkidulpost.com – Tanjungsari – Ribuan guru honorer di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta menggelar aksi mogok mengajar serentak selama lebih dari 2 Minggu.

Hal tersebut dilakukan menyusul tidak diangkatnya mereka sebagai pegawai negeri sipil setelah sekian lama mengajar.

Seperti yang terjadi di SD Mentel 1 , Desa Hargosari, Tanjungsari , Gunungkidul dimana para siswa terpaksa belajar sendiri karena tidak adanya guru yang mau mengajar. Maklum saja dari total 12 guru/ karyawan dan kepala sekolah delapan diantaranya ikut melakukan aksi mogok mengajar.

seperti yang diungkapkan siswa kelas 4 SD Mentel 1, Bildan Aganta, dia mengatakan bahwa dirinya tidk dapat menyerap pelajaran yang ada karena tidak dapat pendampingan dari guru.

“Kali ini saya seharusnya pelajaran matematika, tapi hanya diberi tugas untuk mengerjakan soal akan tetapi saya kurang paham,” Katanya kepada Gunungkidulpost.com, Senin (15/10), pagi.

Bildan Aganta menerangkan , dirinya lebih suka diajar oleh guru daripada harus belajar sendiri.

“Kalau cuma belajar sendiri yang saya pahami cuma sedikit – sedikit,” terangnya.

Bildan berharap agar guru yang ada bisa kembali lagi mengajar agar dirinya tidak perlu lagi kebinggungan untuk belajar.

“Saya berharap agar bisa kembali diajar agar tidak binggung dikelas,” harapnya.

Sementara itu , Kepala SD Mentel 1 , Kamijan mengaku tidak bisa menghalangi para tenaga honorer untuk melakukan aksi mogok mengajar.

“Kita maklum akan penderitaan mereka sehingga pihak sekolah tidak bisa melarang hal tersebut,” ungkap Kamijan.

Untuk mengatasi mogoknya guru honorer yang ada, pihak sekolah mengaku terpaksa memaksimalkan tenaga pendidik yang tersisa untuk melakukan kegiatan belajar mengajar.

“Total terdapat 12 guru/ karyawan tidak tetap, pns dan kepala sekolah dari total tersebut 8 diantaranya mogok sehingga tinggal 4 tenaga berserta saya,” katanya.

Sistem yang digunakan pun adalah dengan menggabungkan kelas yang ada menjadi satu atau dengan satu guru bolak – balik ke kelas lain untuk belajar.

“Seperti pagi ini, siswa kelas 1 dan 2 sedang olahraga ya kita gabung, sedangkan kalau tidak gurunya terpaksa bolak – balik ke kelas,” jelasnya.

Pihaknya berharap agar pemerintah bisa memiliki solusi untuk mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi oleh honerer ditempat mereka.

“Meski merepotkan namun mau bagaimana lagi, kalau saya sendiri berharap agar pemerintah bisa memiliki solusi jitu untuk mengatasi hal tersebut,” tutupnya.(Maya)

Related Post