Hujan Menghilang Lahan Pertanian Kekeringan

105 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Dampak menghilangnya hujan membuat lahan pertanian di Bumi Handayani terancam kekeringan.

Hal itu memaksa Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul mulai mendata lahan yang berpotensi mengalami kekeringan.

Kepala Bidang Tanaman Pangan DPP Gunungkidul, Raharjo Yuwono, mengatakan, intensitas hujan di wilayah Gunungkidul mulai berkurang. Kondisi ini pun dapat berdampak terhadap tanaman pertanian. Oleh karenan itu, DPP bakal mendata lahan pertanian yang rawan kekeringan.

“Kami siap menerjunkan petugas di lapangan. Tapi berdasarkan laporan hingga saat ini belum ada laporan terkait hama yang mengancam petanian,” katanya, Senin (13/5/2019).

Menurut dia, luas tanam di masa tanam kedua tahun ini berkurang dibandingkan dengan masa tanam pertama. Hal ini terjadi karena kondisi geografis wilayah yang mayoritas lahan kering sehingga di masa tanam kedua banyak petani yang beralih dari sebelumnya menanam padi ke tanaman palawija.

“Petani memilih menanam kedelai, kacang, jagung dan tanaman lainnya. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kurangnya air seiring dengan curah hujan yang terus menurun,” katanya.

Sementara itu, salah seorang petani di Kecamatan Paliyan, Jumino, mengaku baru menanam padi belum lama ini. Namun semua jenis tanamanya mati akibat kekurangan air.

“Pasokan air kurang sehingga semua tanaman mati,” katanya.

Menurut dia, dalam setahun petani di Palian hanya bisa menanam padi sebanyak satu kali. Hal itu lantaran pasokan air minim.

“Tahun ini hanya bisa memanen satu kali karena hujan menghilang. Kami hanya bisa pasrah, sementara lahan pertanian hanya kami tanami ketela,” tutupnya. (Bayu)

Related Post