Ikuti Jejak Sang Ayah, Veda Bercita-Cita Jadi Pembalap Nasional

426 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Sekolah balap makin menjamur. Penilaian sebuah Racing School adalah instruktur, materi yang diajarkan dan prinsip dalam pengajaran balap. Pemilik Racing School berlabel Mons Racing School, yang di bawah bendera Mons54, Sudarmono didik para pembalap cilik untuk bertarung di ajang balap internasional.

Siapa lagi yang tak kenal dengan Sudarmono, pembalap senior asal Wareng, Desa Wareng, Kecamatan Wonosari ini, ia berhasil didik para pembalap cilik hingga mampu bertarung hingga kejuaraan bergengsi. Salah satunya Veda Ega Pratama, yang tak lain adalah Putra Pertama dari pasangan Sudarmono dan Lina, ia menceritakan, dari awal ia yang suka dunia balap terutama balap motor, sebisa mungkin dirumah menyiapkan segalanya untuk Veda.

Sudarmono menjelaskan, Di tahun 2012 silam veda yang masih duduk di bangku TK, pada saat pertama, Veda diikut sertakan mengikuti balapan, ia mempunyai bakat dan mampu mendapatkan prestasi, mulai dari situlah Sudarmono terus melatih untuk serius mendidik Putra kesayanganya.

“Veda latihan motor di umur 4 tahun, dan sekarang dia sudah 10 tahun, pertama kenal motor di umur 4 tahun, umur 5 tahun nyoba di sirkuit, umur 6 tahun ikut Event, umur 7 tahun ikut Event Kejurnas, 8 tahun mengikuti Kejurnas Motocross, dan hingga akhirnya umur 10 tahun ini dia masuk ke dunia balap Roadrace,” kata Sudarmono saat ditemui di tempat latihan, beberapa waktu lalu.

Veda terjun ke dunia balap mulai dari balap Motocroos, Lanjut Sudarmono, waktu itu hanya di Motocroos class 50cc karena postur umur veda yang masih kecil. dan ia pun mampu untuk merebut podium pertama. Di kejuaraan Road Race tahun lalu yang tergabung di Astra Honda Racing Team, ia menjuarai umum juara 1 di klas 150cc saat itu di Purowkerto.

“Awal veda mengikuti balap Road Race dulu saat balapan di Lahan parkir, Pasar Siono, Gunungkidul, dan kemarin nomer 3 diklas standrt dibawah umur 12 tahun,” dan hari Sabtu kemarin Kejurnas Motoprix seri ll di Sentul, Bogor, Jabar, Veda berhasil meraih podium Juara l di klas umur dibawah 12 tahun ECU STD,” jelas Sudarmono, saat di konfirmasi via telfon, Senin (26/8/2019) pagi.

Selain Veda sang putra yang menjadi didikannya, ia juga mempunyai beberapa murid yang ia didik. Sekitar 20 murid dari berbagai kota, mulai dari Batam, Blora, Boyolali, Jogjakarta, setiap minggu ia memberi pembelajaran mulai dari instruktur, materi dan pembelajaran langsung bagaimana cara mengenjot dan memperbaiki skil diatas kuda besi masing-masing.

“Seminggu kita latihan tiga kali, di hari Senin, Rabu, dan Jum’at. Tapi semuanya tidak setiap kali datang ambil belajar, terkadang nanti 2 mingguan, 3 mingguan pokoknya nanti gantian, kalau yang saat ini aktif latihan 7 anak, ya tujuanya bergantian nanti agar saat pengajaran lebih fokus dan terarah, kontrol dan hasil pun lebih maksimal,” urainya.

Ia berharap, Veda mengeluti suatu visi harus maksimal, kalau dia punya bakat dia harus memberikan prestasi, terus saya kan sudah balapan di tingkat Nasional di Asia, harapan saya dia melebihi saya sehingga bisa membawa nama Daerah dan Bangsa.

Sementara itu, Veda Ega Pratama mengatakan, ia masuk ke dunia balap karena ingin mengikuti jejak sang ayah, beberapa prestasi podium pun sudah ia peroleh. Walaupun masih umur 10 tahun veda yang duduk di kelas 4 SD N 6, ia pun tak melupakan kewajibannya sebagai seorang pelajar.

“Saya pengen jadi pembalap Nasional dan terkenal seperti ayah, walaupun saya hobi balap dan bercita-cita, tapi ya saya jangan sampai lupa dengan kegiatan sekolah dan pembelajaran sekolah jangan sampai di tinggalkan,” kata Veda, sambil tersenyum. (Heri)

Related Post