Immawan Kecewa Anggaran Penanggulangan Kemiskinan Dipangkas

114 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Anggaran penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Gunungkidul dicoret dalam APBD 2020. Hal itu membuat Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi angkat bicara.
Dirinya menyayangkan pencoretan anggaran tersebut lantaran target pengentasan kemiskinan dipatok pada tahun 2021 mendatang.

“Tentu saya kecewa dengan pemangkasan ini karena kami juga mentargetkan angka kemiskinan bisa turun,” kata Immawan Wahyudi, Minggu (5/1/2019).

Ia bersama Pemkab dan pemerintahan Badingah mengklaim bahwa pada tahun 2021 angka kemiskinan di Kabupaten Gunungkidul terus bisa turun yakni sebesar 16,50 persen. Jika dibandingkan dengan tahun 2019 tahun lalu, sebesar 16,61 persen.

“Jika dibandingkan dengan tahun 2018 ada penurunan sebanyak 0,5 persen, 2018 lalu di angka 17, 20 persen memang kalau dilihat angka segitu sangatlah kecil, tetapi kita juga lihat angka keparahan kemiskinan kita turun,” jelasnya.

Immawan menambahkan, pada tahun ini dengan anggaran penanggulangan kemiskinan dicoret pihaknya akan memaksimalkan program pengentasan kemiskinan seperti padat karya, pemberdayaan masyarakat, dll.

“Program seperti padat karya pemberdayaan masyarakat harus dilakukan pada awal tahun, kalau program tersebut dilakukan pada akhir tahun maka akan percuma dampaknya tidak akan terasa,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Herry Nugroho, mengatakan angggaran yang dicoret oleh DPRD Gunungkidul bukanlah anggaran penanggulangan kemiskinan namun anggaran untuk makanan lansia sebanyak 9 ribu orang selama 6 bulan.

“Yang kami pangkas itu bukan anggaran penanggulangan kemiskinan. Ini wajib dimengerti ya akan tetapi anggaran pemberian makanan lansia,” tutup Heri. (Red)

Related Post