Jumlah Murid Turun, 27 SD Di Gunungkidul Diregrouping

600 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Tahun Pelajaran 2018/2019 puluhan sekolah dasar yang ada di Kabupaten Gunungkidul akan dilakukan penggabungan (diregrouping).

Berdasarkan data yang ada dari Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga (Disdikpora) sebanyak 27 sekolah dasar negeri dilakukan penggabungan yang jumlah muridnya kurang dari 70 siswa.

Regrouping dilakukan atas dasar Surat Edaran Mendagri nomor 421.2/2501/Bangda/1998 tentang pedoman pelaksanakan Penggabungan (Regrouping) SD Negeri.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rasyid, mengatakan regrouping dilakukan untuk efektifitas dan efisiensi tenaga pendidikan.

Jumlah total SD Negeri di Kabupaten Gunungkidul berjumlah 474 sedangkan yang akan diregrouping sebanyak 27 sekolah,” katanya, Kamis (3/1/2019).

Alasan 27 sekolah diregrouping menurutnya adalah pada 27 sekolah tersebut jumlah murid kurang dari 120 anak.

Ditambah, setiap tahunnya yang mendaftar di 27 sekolah tersebut semakin menurun.

“Idealnya sekolah dasar mempunyai peserta didik sejumlah 120 murid, dari 27 sekolah tersebut muridnya kurang dari 70 anak,” paparnya.

Sementara itu, kepala bidang SD Disdikpora Kabupaten Gunungkidul, Sudya Marsita mengatakan selain kekurangan murid, guru di Kabupaten Gunungkidul mempunyai kualitas yang sama, maksudnya adalah saat ini sudah tidak ada lagi guru yang berstatus PNS mengajar dengan seenaknya sendiri.

“Ada guru dengan status PNS hanya mengajar sebanyak 8 murid sedangkan honor guru tersebut sama dengan guru yang mengajar puluhan murid,” tandasnya.

Disinggung mengenai perkembangan sekolah yang diregrouping ia mengatakan saat ini beberapa sudah berjalan yaitu seperti di SD Mulo I dan SD Paliyan 3, sedangkan SD lainnya sedang dilakukan sosialisasi dan pendekatan.

“Untuk SD Paliyan 3 sudah berjalan saat ini kegiatan belajar mengajar berjalan di dua tempat yaitu di SD Paliyan 3 dan SD Giring, ke depannya SD Paliyan 3 akan diregrouping dengan SD Giring,” jelasnya.

Terpisah, Komisi D, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunungkidul, Imam Taufiq mengatakan, keputusan KBM berjalan di dua tempat yaitu di SD Paliyan 3 dengan SD Giring merupakan jalan tengah.

“Tahun ini mereka (SD Paliyan 3) tidak menerima siswa baru. Ke depannya saya harap dinas lebih memberikan sosialisasi seawal mungkin kepada orangtua murid, sehingga mereka paham fungsinya penggabungan sekolah,” tutupnya. (Bayu)

Related Post