Kembangkan Teknologi Largo Super, Petani Gunungkidul Siap genjot Produktifitas Tanaman Padi

470 views

Gunungkidulpost.com – Nglipar – Dalam rangka mewujudkan swasembada pangan khususnya padi, menuju target nasional untuk Indonesia bisa mencapai lumbung pangan dunia di tahun 2045 kelompok tani Setyo Utomo bekerjasama dengan dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan penanaman padi dengan teknologi budidaya Larikan Padi Gogo (Largo) Super dibawah tegakan tanaman perkebunan di kawasan Wono Mengger, Desa Nglipar, Kecamatan Nglipar.

Kepala BPTP DIY Dr. Joko Pramomo, MP menyampaikan,pengembangan teknologi budidaya Largo super dibawah tegakan tanaman perkebunan ini merupakan antisipasi dalam menghadapi berbagai permasalahan seperti alih fungsi lahan dan anomali iklim musim yang tidak menentu di Gunungkidul.
Dalam teknologi Largo super ini petani dikenalkan dengan beberapa varietas unggul antara lain Rindang 1 dan Rindang 2. Varietas ini merupakan varietas yang tahan terhadap naungan sehingga cocok ditanam di daerah-daerah kurang sinar matahari.

Selain itu, varietas inpago 8 inpago 10 dan inpago 12 juga dikenalkan karenan jenis ini cocok untuk lahan kering. Kemudian ada inpari 42 GSR ini merupakan jenis varietas baru yang di lepas oleh BPTP.

“Padi tersebut memang adaptif terhadap kondisi yang serba kurang optimal jadi misalnya pupuknya kurang,tanahnya kurang subur, tapi masih mampu tumbuh dengan baik,” terangnya Joko saat menghadiri Panen raya padi di Wono Mengger, Jumat, (8/3/2019).

Dari varietas padi tersebut,setelah dipanen Inpago Unsoed dapat menghasilkan 7,4 ton/ha. Inpari 10 menghasilkan 7,3 ton/ha.

“Kedua jenis padi tersebut mengalami kenaikan hampir 2,9 ton/ha. Meningkat 65% dari kondisi eksisting,” jelasnya.

Kemudian Inpago 12 hasilnya 6,9 ton/ha. Ini mengalami peningkatan sekitar 2,4 ton/ha, meningkat sekitar 54% dari kondisi eksisting. Sedangkan Rindang 1 hasilnya 6,2 ton/ha dan inpago 8 juga 6,2 ton/ha. Inpari 42 GSR menghasilkan 5,8 ton/ha.

“Dari perolehan hasil panen dari semua varietas padi yang kami kenalkan, dapat dibuktikan semuanya bisa meningkatkan hasil produktifitas tanaman padi,” ujarnya.

Joko berharap petani kedepan bisa mengembangkan varietas padi ini. Selain unggul ini merupakan varietas baru sehingga di pasaran belum ada yang menjual.

“Hasil panennya jangan diolah semuanya, sebagian disimpan dan ditanam pada musim tanam berikutnya,” pesannya.

Lebih lanjut Joko menjelaskan, dari awal pihaknya terus memberikan pendampingan kepada petani dengan pemberian pupuk hayati yang ramah terhadap lingkungan. Selain itu, pihaknya juga memberikan bantuan mesin tanam yang lebih efisien dan mudah digunakan.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Hj Badingah S. Sos menyampaikan,sebagian besar masyarakat Gunungkidul adalah petani.

“Terima kasih kepada BPTP DIY yang telah memperhatikan dan memberikan fasilitas untuk petani di Kabupaten Gunungkidul, sehingga mereka bisa lebih meningkatakan produksi tanaman padi,” ucapnya.

Dikatakan Badingah, masyarakat Gunungkidul tidak mau lagi melihat masa lalu yang pernah mengalami kekurangan makanan di tahun 70an. Gunungkidul yang sebagian besar wilayah bebatuan tidak menjadi kendala untuk terus bertani dengan terus mengembangkan berbagai teknologi sehingga bisa meningkatkan produtifitas tanaman padi.

“Semoga Gunungkidul lebih maju makmur dan sejahtera. Dan teknologi Largo ini bisa dikembangkan di daerah lain, sehingga nanti hasilnya bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat Gunungkidul,” pungkasnya. (Santi)

Related Post