Libur Melaut, Nelayan Pilih Jadi Petani

233 views
 

Gunungkidulpost.com – Tanjungsari – Gelombang tinggi yang menerjang kawasan pantai selatan membuat aktivitas nelayan terhambat.

Mereka memilih menggunakan waktu libur untuk memperbaiki peralatan tangkap hingga menggarap lahan pertanian yang dimiliki.

Salah seorang nelayan Pantai Drini, Lasio mengaku berhenti melaut sejak satu pekan yang lalu. Hal ini terjadi karena kondisi di laut sedang tidak baik sehingga nelayan menghentikan aktivitas mencari ikan.

“Gelombang sedang tinggi sejak beberapa hari lalu. Jadi untuk sementara kami berhenti melaut hingga kondisi aman,” kata Lasio, Jumat (27/7/2018).

Menurut dia, untuk mengisi waktu senggang banyak nelayan yang melakukan kegiatan lain. Beberapa kegiatan yang dilakukan di antaranya, memperbaiki kapal hingga menggarap lahan pertanian yang dimiliki.

“Berhubung punya lahan maka saya ikut mengurusi tanaman yang sedang ditanam,” kata dia.

Hal senada diungkapkan Sunarto. Menurut dia, di saat berhenti melaut dia memperbaiki alat tangkap, misalnya menambal kapal yang mulai berlubang hingga perbaikan jaring-jaring.

“Intinya kami tetap beraktivitas. Dengan memperbaiki alat tangkap besok langsung bisa digunakan saat kondisi di laut sudah aman untuk menangkap ikan,” ucap Sunarto.

Menurut dia, fenomena naiknya gelombang air laut di kawasan Pantai Selatan merupakan hal yang biasa dan terjadi setiap tahun. Ia tidak menampik kenaikan gelombang yang terjadi kemarin menimbulkan sejumlah kerusakan. Meski demikian, kerugian yang ditimbulkan bisa dikurangi karena sejak awal sudah waspada akan ancaman tersebut.

“Kami memilih untuk libur melaut dan mengisi kegiatan sehari – hari dengan memperbaiki kapal maupun jaring,” tutup dia. (G1)

 

Related Post