Lokasi Penyembelihan Hewan Ternak Positif Tercemar Antraks

112 views
 

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Dinas Kesehatan Gunungkidul mengklaim bahwa lokasi penyembelihan hewan ternak di Kecamatan Ponjong positif tercemar bakteri antraks.

Hal itu diungkapkannya pasca keluarnya hasil uji laboratorium dari pemeriksaan Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates tertera bahwa tanah yang diambil dari lokasi kejadian sapi mati mendadak di Kecamatan Ponjong dinyatakan positif antraks.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawati mengatakan lokasi penyembelihan hewan ternak di Kecamatan Ponjong positif tercemar bakteri antraks.

Berdasarkan hasil uji laboratorium dari pemeriksaan Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates lokasi kejadian sapi mati mendadak di Kecamatan Ponjong dinyatakan positif antraks.

“Hasilnya sampel tanah positif, sampel luka negatif,” kata Dewi, Senin (13/1/2020).

Ia mengatakan sampel tanah yang diambil dikirim ke Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates dan BBVet Bogor. Namun, hingga saat ini, sampel darah yang dikirimkan ke (BBVET) Bogor belum ada hasilnya.

“Kami akan mengirim surat ke BBVet Bogor supaya hasil laboratorium segera dikirim,” katanya.

Lebih lanjut, Dewi Irawati mengatakan Dinas Kesehatan juga memperluas pemberian antibiotik kepada masyarakat di Kecamatan Semanu, karena ikut mengonsumsi daging sapi. Selain itu, menyusul adanya laporan hewan ternak mati di Kecamatan Semanu.

Dinas Kesehatan juga melakukan penelusuran, karena mendapatkan informasi sejumlah warga dari kecamatan Semanu ikut mengkonsumsi daging sapi yang sakit dan disembelih.

Hasil penelusuran yang dilakukan oleh pihaknya diketahui ada 64 warga yang diduga (suspect) anthraks di Gunungkidul.

Sejauh ini, Dinas Kesehatan telah memberikan antibiotik kepada 560 orang di Desa Gombang, Kecamatan Ponjong, dan ada 64 orang di Kecamatan Semanu. (Yup)

 

Related Post