Marak Aksi Pencurian Kayu, Polisi Terus Buru Pelaku

287 views

Gunungkidulpost.com – Playen – Kelompok tani Hutan Kemasyarakatan (HKM) Wanamakmur yang berada di Desa Getas, Kecamatan Playen gagal panen.

Hal itu akibat aksi pembalakan liar yang marak terjadi sehingga mengalami kerugian lebih dari Rp 1 Miliar rupiah.

Pengurus kelompok tani Wanamakmur Sugiyanto mengatakan, pihanya bersama dengan kelompok tani HKM harus merugi hingga miliaran rupiah akibat pembalakan secara liar yang akhir-akhir ini marak terjadi.

“Itu bukan pencurian lagi tetapi itu namanya menjarah kami sudah menunggu lama untuk memanen pohon jati tersebut,” kata Sugiyanto kepada wartawan, Kamis (31/5/2018) kemarin.

Ia bersama kelompok tani Wanamakmur telah menanam pohon jati tersebut dari tahun 1997, tetapi ketika akan dipanen tahun 2018 ini kejadian nahas tersebut terjadi.

“Sekarang tinggal 15 persen yang bisa dipanen, kami sudah menanam pohon tersebut sejak tahun 1997 padahal luas hutan yang dikelola kelompok kami ada 35 hektar,” ujarnya.

Ia mengatakan lahan yang digunakan milik dinas kehutanan akan tetapi sudah ada kontrak antara dinas kehutanan dengan kelompok tani Wanamakmur.

“Untuk keuntungan dibagi menjadi 60-40, 60 persen untuk masyarakat 40 persen untuk dinas kehutanan, kebanyakan yang dicuri pohon berdiameter 60-80 cm,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, pohon jati kelompoknya dicuri karena masih kurangnya kesadaran masyarakat sekitar karena itu sebetulnya pohon tersebut milik masyarakat juga.

“Pencurian itu sudah sering tetapi tidak separah ini, biasanya seminggu hanya dua pohon yang hilang, kelompok sudah berupaya mengamankan dengan melakukan ronda malam,” paparnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gunungkidul AKP Riko Sanjaya melalui Kanit Opsnal Satreskrim Polres Gunungkidul, Ipda Ari Widodo menjelaskan pihaknya telah menangkap 4 orang terkait kasus ini.

“Kami bertekad terus melakukan pengembangan terkait kasus ini untuk mencari anggota lain dari kelompok tersebut, termasuk penadah, hingga jaringan lainnya,” tandas Riko.

Hingga saat ini pihaknya terkendala dengan tertutupnya masyarakat sekitar kepada kepolisian.

“Kasus ini sangat aneh karena lokasi tempat penyembunyian kayu ini berada dekat dengan pemukiman warga, harapan saya warga dapat lebih kooperatif,” pungkasnya. (G1)

Related Post